Budaya nongkrong di coffee shop yang identik dengan aktivitas santai kini bertransformasi menjadi sarana edukasi literasi keuangan. Melalui program “NGOPI SORE” (Ngobrol Seputar Investasi Saham, Obligasi, dan Reksadana), masyarakat Surabaya diajak belajar investasi pasar modal dalam suasana nonformal.
Program ini merupakan inisiatif kolaboratif antara BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Wilayah Jawa Timur, dan Pegadaian Kantor Regional Surabaya. Kegiatan ini dipusatkan di Galeri Investor Cafe pertama di Surabaya, yaitu The Gade Coffee & Gold.
Branch Manager BRI Danareksa Sekuritas Surabaya, Taufan Febiola, menjelaskan bahwa pendekatan ini sengaja diambil untuk mengikuti gaya hidup generasi muda. Menurutnya, jika kampus dan sekolah sudah memiliki galeri investasi, maka masyarakat umum memerlukan ruang belajar yang lebih nyaman.
“Sekarang anak muda sukanya nongkrong di coffee shop, jadi kami melihat tempat seperti ini sangat tepat untuk edukasi investasi. Saya sendiri akan rutin ngantor di sini supaya masyarakat punya tempat belajar yang konsisten,” ujar Taufan di Surabaya, Jumat (8/5).
Program ini tidak hanya menyasar pemula, tetapi juga investor berpengalaman yang membutuhkan pembaruan pasar atau konsultasi portofolio. Peserta dapat mempelajari berbagai instrumen mulai dari reksadana, obligasi, saham, hingga gadai efek.
Kepala Kantor Wilayah BEI Jawa Timur, Cita Mellisa, menambahkan bahwa kehadiran Galeri Investor Cafe ini diharapkan terus mendongkrak pertumbuhan investor. Ia mencatat pertumbuhan investor nasional sangat positif, di mana target 5 juta investor baru tahun ini telah terlampaui dengan capaian 5,6 juta investor hanya dalam empat bulan pertama.
“Jawa Timur menyumbang sekitar 10 persen dari total tersebut. Harapannya dengan adanya media belajar yang santai dan gratis kopi ini, literasi pasar modal di Jatim terus meningkat,” ungkap Cita.
Senada dengan hal tersebut, Vice President Pegadaian Regional Surabaya, Alfafatih Rosada, menegaskan pentingnya edukasi berbasis komunitas. Ia menyoroti banyaknya anak muda yang terjun ke aset berisiko tinggi tanpa pemahaman mendalam.
“Kami ingin mengenalkan bahwa investasi aman seperti reksa dana, tabungan emas, atau cicilan logam mulia juga bisa menjadi pilihan menarik bagi generasi muda,” tutur Alfafatih.
Selain mendapatkan ilmu secara cuma-cuma, penyelenggara juga memberikan stimulus berupa program pembukaan Rekening Dana Nasabah (RDN) BRI dengan saldo awal investasi bagi para peserta yang hadir. Bagus












