Di Unesa, Mendiktisaintek dan Menteri PPPA Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menggelar diskusi panel mengenai penguatan pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. Forum ini berlangsung dalam rangkaian acara Gema Kebangsaan di Auditorium Gedung Rektorat Kampus II Unesa Lidah Wetan, Sabtu (9/5).

Diskusi yang dipimpin oleh Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok ini menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen kampus untuk menciptakan ruang akademik yang aman.

Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menegaskan bahwa kampus adalah laboratorium peradaban yang membentuk karakter pemimpin masa depan. Ia menyoroti data nasional tahun 2024 yang menunjukkan tingginya angka kekerasan, di mana satu dari empat perempuan dan satu dari dua anak usia remaja pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.

Baca juga  Pemerintah Targetkan Seluruh Sekolah Direnovasi dalam 2-3 Tahun

“Kampus harus membangun budaya yang menghormati harkat martabat manusia dan menolak segala bentuk kekerasan,” ujar Arifah.

Senada dengan hal tersebut, Mendiktisaintek Brian Yuliarto meminta perguruan tinggi untuk tidak lengah meskipun Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) sudah terbentuk. Ia menginstruksikan pimpinan kampus untuk terus melakukan sosialisasi berkelanjutan dan menyediakan akses pelaporan yang mudah bagi seluruh warga kampus.

“Kondisi di dalam kampus harus mendapat perhatian serius agar tetap menjadi ruang aman sekaligus mitra strategis pemerintah,” tegas Brian.

Selain membahas isu kekerasan, dalam kunjungan tersebut Mendiktisaintek juga meninjau pengelolaan sampah mandiri oleh Direktorat Smart Eco Campus Unesa. Kegiatan diakhiri dengan deklarasi “Unesa Go Zero Waste” yang dibacakan oleh Rektor Unesa, Nurhasan, sebagai komitmen kampus terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Bagus

Baca juga  Maksimalkan Pembelajaran Bahasa Inggris, Mendikdasmen Akan Latih 5.777 Guru SD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *