Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dua siswa SMP Al Falah Darussalam Tropodo Sidoarjo di kancah internasional.
Mereka adalah Hierro dan Hazna yang berhasil meraih Juara 1 dalam ajang The 2nd International Student Project Excellent Award 2026 yang diselenggarakan oleh Faculty of Education, Prince of Songkla University (PSU), Thailand.
Di babak final yang berlangsung Kamis, 7 Mei 2026, Hierro dan Hazna mempresentasikan hasil penelitian inovatif berjudul ALIVE (Advance Lifeboat for Flood Evacuation), sebuah solusi teknologi yang dirancang untuk membantu proses evakuasi korban bencana banjir secara lebih efektif dan efisien.
Kepala SMP Al Falah Darussalam, Jumain mengatakan, persaingan pada babak final berlangsung sangat ketat. Seluruh peserta mendapatkan booth pameran untuk mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri internasional. Para juri secara bergiliran mendatangi setiap stan guna melakukan sesi tanya jawab mendalam terkait inovasi yang dipresentasikan.
Dalam kesempatan tersebut, Hierro dan Hazna mampu menjelaskan konsep dan keunggulan sistem ALIVE secara lugas, baik dari sisi teknis maupun manfaatnya dalam kondisi darurat kebencanaan. Ketenangan, penguasaan materi, serta kemampuan komunikasi keduanya menjadi faktor penting yang mengantarkan mereka meraih posisi tertinggi, mengungguli peserta dari berbagai negara.
“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang telah diraih Mas Hierro dan Mbak Hazna. Ini merupakan prestasi internasional yang sangat bergengsi. Mereka mampu bersaing dengan pelajar dari berbagai negara dan mengibarkan bendera Indonesia serta SMP Al Falah Darussalam di Negeri Gajah Putih,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/5/2026).
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan berprestasi bagi negeri,” tambahnya.
Keberhasilan Hierro dan Hazna menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang inovasi dan penelitian. Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional serta menjadi inspirasi bagi pelajar lain untuk terus berkarya dan menciptakan solusi bagi masyarakat.
“Pengalamannya luar biasa mendebarkan, terutama saat melihat para juri mulai berjalan menuju booth kami. Kami sempat gugup, tapi rasa bangga bisa membawa nama sekolah dan Indonesia mengalahkan rasa takut itu. Kami belajar banyak tentang bagaimana sains harus bisa menjadi solusi nyata bagi masalah masyarakat, seperti banjir,” ujar Hierro.
Pendamping tim, Farid Fajar Handhika, S.Pd., menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses riset dan kerja keras yang panjang di lingkungan sekolah.
“Prestasi ini adalah bukti bahwa siswa tingkat SMP pun mampu berpikir kritis dan menghasilkan solusi teknologi yang relevan secara global. Kami sangat bangga dengan kegigihan Hierro dan Hazna. Harapannya, semangat meneliti ini menular ke siswa-siswi lain di Sidoarjo dan Indonesia pada umumnya. Jangan pernah takut untuk berinovasi,” tuturnya. (Ym)












