Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, kembali menambah fasilitas pendidikan bagi anak usia dini, dengan meresmikan tiga satuan PAUD Negeri baru pada Senin, (11/5). Peresmian ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang berpusat di TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, Kecamatan Sukomanunggal.
Sementara itu, dua lembaga lainnya yang turut diresmikan, yaitu PAUD Negeri Seruni Sidotopo dan PPT Seruni Nambangan mengikuti secara daring. Acara ini juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Dirjen PAUD Dikdasmen), Gogot Suharwoto.
Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menekankan bahwa TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan, didirikan sebagai bentuk penghormatan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, yang ia sebut sebagai anak-anak dengan kelebihan dari Tuhan.
“Bagi saya, inklusi itu adalah anak-anak yang diberikan kelebihan oleh Tuhan, yang tidak dimiliki orang lain. Di sini kita bentuk ‘Rumah Apresiasi’. Kami ingin menghargai setiap anak dan orang tua mereka, yang juga hebat dalam mendidik anak-anak luar biasa ini,” ujarnya.
Wali Kota Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya komitmen, untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi anak inklusi, dari keluarga kategori desil 1 hingga 5, mulai dari tingkat TK hingga SMA. Ia juga meminta Dinas Pendidikan, untuk terus mendata kebutuhan kelas inklusi, agar tidak ada anak yang tertinggal karena kendala biaya.
Terkait peresmian PAUD Negeri Seruni Sidotopo, Wali Kota Eri menjelaskan, konsep integrasi antara PAUD, TK, dan SD dalam satu lokasi. Tujuannya, adalah untuk membentuk transaksi karakter sejak dini, di mana anak-anak yang lebih tua (SD) belajar menjaga adiknya, dan anak-anak PAUD/TK merasa nyaman, karena sudah mengenal lingkungan sekolah lanjutannya.
Disamping itu, PPT Seruni Nambangan memiliki keunikan, karena lokasinya yang berada di dekat pasar. Fasilitas ini dibangun berdasarkan pengalaman pribadi Wali Kota Eri, saat berbincang dengan pedagang pasar yang kesulitan menyekolahkan anaknya, karena kendala pengawasan saat bekerja.
“Kami bentuk PAUD/PPT ini di dekat pasar agar ibu-ibu penjual sayur, atau ikan tetap bisa mencari nafkah sambil mengawasi anaknya sekolah. Pendidikan jalan, ekonomi keluarga juga jalan,” katanya.
Pada sela-sela peresmian, Wali Kota Eri juga melakukan dialog interaktif via daring, dengan orang tua murid di Nambangan. Salah satu wali murid, Husein, seorang pedagang pasar, mengungkapkan rasa syukurnya. Menurutnya, adanya sekolah PAUD didekat tempatnya berkerja, membantu dalam pengawasan anak.
Menanggapi hal ini, Wali Kota Eri memberikan motivasi, agar para orang tua di pasar tetap mengutamakan pendidikan anak. “Insyaa Allah, kalau sekarang bapaknya jualan sayur, dengan pendidikan yang benar di PPT ini, nanti anaknya bisa punya pabrik, atau gudang sayur sendiri. Harus lebih sukses dari orang tuanya,” tandasnya.
Senada dengan Wali Kota Eri, Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani melaporkan bahwa tiga PAUD yang diresmikan, memiliki keunggulan masing-masing, menyesuaikan kebutuhan lingkungannya. TK Negeri Inklusi Seruni Sonokwijenan hadir, untuk memberikan akses bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Kemudian, PAUD Negeri Seruni Sidotopo mengusung konsep One Stop Service (TPA, KB, TK, hingga SD dalam satu lokasi). Hal ini mempermudah orang tua, menghemat biaya transportasi, dan menjaga kestabilan emosional anak, saat naik jenjang pendidikan. Tercatat 60 anak telah terdata di lembaga ini.
“Untuk PPT Seruni Nambangan terletak di dekat pasar, lembaga ini menjadi solusi bagi pedagang, agar tetap bisa bekerja sambil memastikan anaknya, mendapatkan stimulasi gizi dan pendidikan yang bermutu. Ada sekitar 39 anak pedagang pasar telah mendaftar,” tuturnya.
Bunda Rini juga memaparkan keberhasilan verifikasi lapangan. Dari puluhan ribu anak usia 5-6 tahun, yang terindikasi belum sekolah, sebanyak 98,61 persen, atau sekitar 25.497 anak berhasil diakseskan, ke layanan PAUD melalui kerja sama, hingga tingkat kelurahan. Seluruh data ini dikelola secara transparan, melalui Aplikasi Si Bunda.
Tak lupa, Bunda Rini menyampaikan terima kasih, atas sinergi yang melibatkan 19 Perangkat Daerah (PD), akademisi, hingga media massa. Ia juga mengumumkan rencana pembangunan tiga unit PAUD Negeri, tambahan pada tahun 2027.
“Pendidikan bukan sekadar layanan rutin, tapi investasi strategis jangka panjang, untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang cerdas, sehat, dan berkarakter,” terangnya.
Peresmian 3 PAUD yang dilakukan Pemkot Surabaya ini, juga mendapatkan apresiasi dari Dirjen PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto. Menurutnya, apa yang dilakukan Wali Kota Eri Cahyadi dan jajaran Pemkot Surabaya, selaras dengan pilar utama kementerian, yakni pendidikan bermutu yang inklusif, adaptif, dan partisipatif.
“Hari ini kita tidak sekadar meresmikan gedung, tapi sedang menyiapkan harapan dan ruang tunggu masa depan, bagi anak-anak kita. Saya akan mempromosikan model pendidikan inklusi Surabaya ini, setiap kali saya keliling Indonesia. Surabaya adalah contoh nyata, bagaimana keberagaman yang dihargai,” ujar Gogot.
Ia juga memuji konsep integrasi PAUD dan SD, yang diterapkan di Surabaya. Berdasarkan pengalamannya tinggal di negara maju, seperti Amerika Serikat dan Prancis saat bertugas di UNESCO, konsep Pra-SD yang menyatu dengan sekolah dasar, adalah standar global untuk menyiapkan mental dan fisik anak. (yunus)






