Tinjau Embarkasi Surabaya, Wamen Kemenhaj Pastikan Ketertiban Jemaah

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Azhar Simanjuntak, meninjau langsung Asrama Haji Embarkasi Surabaya di Sukolilo, Kamis (14/5/2026). Dalam kunjungan tersebut, Dahnil menyapa sekaligus menyemangati para jemaah haji Kloter 91 asal Jember yang baru tiba dari daerah.

Didampingi Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad Asadul Anam, Dahnil berinteraksi langsung dengan para calon jemaah haji Jawa Timur (Jatim). Ia turut mendoakan keselamatan dan kelancaran seluruh rombongan selama menjalankan ibadah haji di Tanah Suci.

Fokus Layanan, Kurangi Seremonial

Dalam arahannya kepada petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Dahnil meminta agar kegiatan seremonial atau upacara penyambutan dikurangi seminimal mungkin.

Baca juga  Resmi Diluncurkan, Robo Bus Siap Angkut Jemaah Haji di Madinah

Menurutnya, fokus utama penyelenggaraan ibadah haji tahun ini adalah memastikan ketertiban jemaah, serta meningkatkan kualitas pelayanan sejak di embarkasi hingga di Arab Saudi

Jawa Timur jemaah hajinya paling banyak. Embarkasi ini saja melayani 43.000 lebih jemaah haji. Selain dari Jatim juga dari Nusa Tenggara Timur dan Bali. Beban pelayanan juga besar,” kata Dahnil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan haji 2026 menjadi tahun pertama layanan berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj). Karena itu, seluruh pihak diminta terus meningkatkan kualitas pelayanan jemaah.

Menurut Dahnil, keberhasilan layanan haji tidak lepas dari sinergi berbagai instansi, mulai layanan imigrasi melalui jalur khusus Makkah Route, petugas kesehatan, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), hingga dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Baca juga  Jemaah Haji RI Diimbau Tidak Sembarangan Ambil Foto-Video di Saudi, Ada Denda Rp2 Miliar

Angka Kematian Jemaah Turun

Dahnil juga mengungkapkan, pengawasan kesehatan calon jemaah haji kini diperketat, untuk menekan risiko meninggal selama pelaksanaan ibadah haji.

Hingga saat ini, tercatat lebih dari 8 calon jemaah haji terpaksa dibatalkan keberangkatannya, karena tidak memenuhi syarat kesehatan atau dinilai tidak laik terbang.

Langkah tersebut dilakukan, sebagai bagian dari upaya pemerintah menekan angka meninggalnya jemaah seminimal mungkin, bahkan menuju target zero.

Total jemaah Indonesia yang meninggal di Tanah Suci sudah sekitar 24 orang. Namun angka ini relatif turun signifikan, dibanding tahun lalu mencapai 50 orang,” ujar Dahnil. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *