Makkah Padat, Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara

Layanan bus Shalawat dari hotel menuju Masjidil Haram mulai dihentikan sementara pada Jumat (15/5/2026) pukul 08.00 waktu Arab Saudi atau 13.00 WIB. Kebijakan itu diberlakukan karena seluruh jemaah haji dari berbagai negara sudah berada di Makkah, sehingga kawasan sekitar Masjidil Haram diperkirakan mengalami kepadatan tinggi.

Iman Romansyah Kepala Sektor 1 Mekkah mengatakan penghentian sementara layanan bus dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan dan menjaga keselamatan jemaah. Menurut dia, kepadatan biasanya meningkat pada hari Jumat ketika banyak jemaah berupaya melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram.

“Kalau para jemaah yang ingin melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram berarti harus berangkat sebelum jam 08.00. Dan tentunya tolong disiapkan juga adalah kesiapan tentang makanan. Jadi pastikan semuanya sudah sarapan dulu kemudian dan jam 08.00 itu sudah di sana,” kata Iman Romansyah saat memberi pengumuman kepada jemaah.

Baca juga  Haji Indonesia 2026: Jemaah Lansia Resiko Tinggi Mencapai 37 Persen

Ia menjelaskan, jemaah yang tetap memilih salat Jumat di Masjidil Haram harus bersiap menunggu cukup lama di area masjid. Kepulangan diperkirakan baru bisa berlangsung sekitar pukul 14.00 hingga 15.00 waktu Arab Saudi, tergantung kondisi kepadatan dan operasional bus.

“Jadi akan menunggu sekitar empat jam, empat jam di Masjid Haram,” ujarnya.

Karena itu, petugas tidak menyarankan jemaah lanjut usia, jemaah lansia maupun mereka yang kondisi kesehatannya kurang baik untuk memaksakan diri salat Jumat di Masjidil Haram. Jemaah diimbau mengutamakan keselamatan dan menjaga kondisi fisik menjelang fase puncak ibadah haji.

“Kami tidak menyarankan untuk yang lansia ataupun yang sudah tua atau yang kesehatannya kurang. Kami harapkan tidak Jumatan di Masjidil Haram,” kata Iman.

Baca juga  Timwas Haji Soroti Fasilitas Pemondokan hingga Katering Jemaah

Menurut dia, kepadatan biasanya juga masih terasa saat arus keluar dari Masjidil Haram setelah salat Jumat selesai. “Biasanya itu crowded dan itu keluar dari Masjidil Haram itu misalkan jam 1 baru keluar itu kemungkinan jam 2 jam 3 baru bisa terurai lengang lagi,” tuturnya.

Penghentian sementara bus Shalawat ini terutama berdampak pada jemaah yang tinggal di sektor-sektor Mekkah dengan jarak cukup jauh dari Masjidil Haram. Sementara itu, jemaah yang tinggal di hotel dekat masjid masih bisa datang dengan berjalan kaki sesuai kemampuan masing-masing. Secara umum, petugas haji mengimbau seluruh jemaah melaksanakan salat Jumat di masjid hotel masing-masing demi keamanan, keselamatan, dan menghindari kelelahan. (Ym)

Baca juga  87 Calon Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Mutasi Keluar Karena Sakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *