Saudi Imbau Jemaah Haji Perhatikan Kesehatan Kaki saat di Mina

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengimbau jamaah haji untuk memperhatikan, memeriksa dan merawat kaki secara rutin selama beraktivitas di Mina.

Kemenkes Saudi juga menyarankan jamaah haji memilih alas kaki yang nyaman, mencuci dan mengeringkan kaki secara menyeluruh, terutama di antara jari-jari kaki.

Kemenkes Saudi mengimbau jamaah haji untuk menghindari berjalan tanpa alas kaki, mengingat penderita diabetes termasuk kelompok yang paling rentan terhadap luka dan borok.

Jamaah haji perempuan diimbau untuk mengenakan kaus kaki yang sesuai untuk mencegah lecet dan iritasi kulit, sehingga mengurangi cedera yang terkait dengan berjalan dan bergerak selama ritual haji.

Baca juga  Insiden Jemaah Haji Hilang dan Ditemukan Wafat, Timwas Sebut Pengawasan Petugas Lemah

Dikutip dari Saudi Gazette, Kamis (28/5/2026) Kemenkes Saudi juga mendorong jamaah haji untuk menghubungi nomor layanan 937 untuk mendapatkan bantuan dan konsultasi medis. Kementerian menekankan bahwa pedoman ini merupakan bagian dari layanan kesadaran kesehatan komprehensif yang disediakan oleh sistem perawatan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan jamaah haji selama musim haji.

Di tempat lain, Arab News pada Kamis (28/5/2026) melaporkan bahwa fasilitas Jamarat modern merupakan salah satu proyek pembangunan paling signifikan di Arab Saudi di tempat-tempat suci. Menurutnya, fasilitas tersebut mewakili lompatan besar dalam manajemen kerumunan yang dibangun dengan standar teknik dan operasional internasional tertinggi.

Dengan kapasitas melebihi 300.000 jamaah per jam, fasilitas ini memungkinkan pergerakan kerumunan yang aman dan lancar selama ritual pelemparan batu pada puncak Hari-hari Tashreeq.

Baca juga  Kereta Haramain Siap Sukseskan Puncak Haji 2026, Tambah Kapasitas 2,2 Juta Kursi

Setiap tahun, kelompok besar jamaah berkumpul di area Jamarat di Mina untuk melakukan ritual tersebut dalam suasana spiritual yang mendalam yang mencerminkan ketaatan dan kepatuhan terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW.

Situs ini telah mengalami transformasi dramatis selama bertahun-tahun. Sebelumnya, Jamarat terdiri dari pilar-pilar batu kecil yang dikelilingi oleh ruang sempit dan jalur terbatas, yang menyebabkan kemacetan parah seiring bertambahnya jumlah jamaah.

Saat ini, Jamarat adalah kompleks teknik terintegrasi penuh yang membentang lima lantai, sepanjang 950 meter dan lebar 80 meter. Fasilitas ini mencakup 386 eskalator di 11 gedung eskalator, jembatan multi-arah, jalur masuk dan keluar khusus, pintu keluar darurat, dan sistem pendinginan dan pemantauan canggih.

Baca juga  Sidak Tenda Arafah, Menhaj Larang KBIHU Kuasai Tenda Jemaah

Kompleks ini beroperasi melalui sistem manajemen canggih yang didukung oleh tim lapangan khusus yang bekerja sepanjang waktu untuk memastikan keselamatan dan menyediakan layanan medis dan panduan yang berkoordinasi dengan badan keamanan dan layanan. Layar panduan multibahasa dan kamera pengawasan modern semakin meningkatkan arus kerumunan dan keselamatan jamaah. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *