Plh Wali Kota Paparkan Capaian dan Arah Pembangunan Surabaya

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, menggelar Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733, di Halaman Balai Kota Surabaya, Ahad (31/5). Upacara yang berlangsung khidmat tersebut, dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji.

Kegiatan ini juga dihadiri Konsul Jenderal Kehormatan negara-negara sahabat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, camat, lurah, RT/RW, tokoh masyarakat, tokoh agama, Kader Surabaya Hebat (KSH), organisasi kemasyarakatan, hingga berbagai elemen masyarakat.

Dalam amanatnya, Armuji menegaskan peringatan HJKS bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingat kembali jati diri Surabaya, sebagai kota perjuangan yang tumbuh dan berkembang, melalui semangat gotong royong, serta persatuan seluruh warganya.

“Surabaya besar bukan karena satu orang, atau satu kelompok, tetapi karena kerja sama seluruh warganya dari kampung, balai RW, sekolah, pasar, tempat ibadah, ruang usaha hingga ruang pelayanan publik,” ujar Armuji.

Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut, menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan kota yang maju, humanis, dan berkelanjutan. “Semua bergerak dengan semangat yang sama, untuk membangun Surabaya agar semakin maju, humanis dan berkelanjutan,” tuturnya.

Pada peringatan HJKS ke-733, Pemkot Surabaya mengusung tema “Pancasila Kuat, Surabaya Hebat”. Menurutnya, tema tersebut menjadi pengingat, bahwa seluruh proses pembangunan harus tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila, sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. “Tema Pancasila Kuat Surabaya Hebat, mengingatkan kita bahwa kemajuan kota harus berpijak, pada nilai-nilai dasar bangsa,” katanya.

Ia menilai, penerapan nilai Pancasila tidak cukup hanya dalam simbol dan upacara, melainkan harus diwujudkan melalui kepedulian sosial, pelayanan publik yang hadir di tengah masyarakat, serta terjaganya kerukunan di tengah perbedaan.

Baca juga  Pemkot Raih Opini WTP 14 Kali Berturut-turut dari BPK Jatim

“Pancasila bukan hanya dibaca dalam upacara, tetapi harus hidup dalam tindakan sehari-hari. Ketika warga saling menolong, ketika tetangga peduli pada tetangga, ketika pemerintah hadir melayani, ketika perbedaan dijaga kerukunan, di situlah Pancasila benar-benar bekerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Armuji juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan, yang berhasil dicapai Surabaya. Di sektor kesehatan, Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan kesehatan, melalui tiga rumah sakit umum daerah, program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans satu puskesmas, integrasi layanan primer di 153 kelurahan, hingga 2.191 Posyandu Keluarga. “Upaya ini membawa indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Surabaya, mencapai 85,65%, sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur,” terang Armuji.

Di samping itu, prevalensi stunting di Kota Surabaya, juga terus mengalami penurunan hingga mencapai 0,59 persen pada 2025. “Hingga tahun 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%,” ungkap Armuji.

Pada sektor pendidikan, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun, bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. Pemkot juga memperkuat program beasiswa, bagi pelajar dan mahasiswa serta pendidikan inklusif, bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi (RAP). Pemberian beasiswa pemuda tangguh diberikan kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA serta 5.874 mahasiswa,” kata dia.

Ke depan, Armuji memastikan Pemkot Surabaya, akan memprioritaskan akses pendidikan tinggi bagi anak-anak, dari keluarga miskin sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, melalui pendidikan.

Baca juga  Stok Pangan Surabaya Aman Selama Rangkaian Libur Panjang Iduladha 2026

“Ke depan kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan, yang tinggi bagi anak keluarga miskin agar pendidikan, menjadi senjata untuk merubah kesejahteraan keluarga, menjadi yang lebih baik,” katanya.

Armuji juga memaparkan kondisi ekonomi Surabaya, yang tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan ekonomi dunia. Menurutnya, perekonomian Surabaya pada 2025, tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), mencapai Rp830,54 triliun.

“Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya, bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur,” paparnya.

Ketahanan ekonomi tersebut, juga ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali. Sepanjang tahun 2025, inflasi Surabaya tercatat sebesar 2,96%. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus menurun menjadi 3,56% pada 2025, lebih rendah dibanding tahun 2024 sebesar 3,96%.

“Ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya, tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” terangnya.

Karena itu, Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan, melalui pembukaan lapangan kerja, pendampingan UMKM, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta pembangunan yang inklusif. “Kita ingin Surabaya tetap tumbuh, tapi juga adil. Ekonominya bergerak tetapi warganya tidak tertinggal,” tegasnya.

Di bidang lingkungan, Pemkot Surabaya terus memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R, rumah kompos, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini, mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari.

“Sementara itu pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik sampah, mampu kelola sampah sampai dengan 1.600 ton per hari dan menghasilkan total kapasitas energi, hingga 11 Megawatt per hari,” paparnya.

Baca juga  Posko SPMB Dispendik Surabaya, Ribuan Warga Konsultasi Teknis Dokumen

Pada sektor infrastruktur, Pemkot Surabaya melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase, sepanjang lebih dari 273,03 kilometer yang tersebar di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru, sepanjang 2025. “Dampaknya bisa dilihat berkurangnya 295 lokasi titik banjir,” jelas Armuji.

Selain pengendalian banjir, program perbaikan rumah tidak layak huni (Rutilahu), telah menjangkau 11.294 unit. Hingga tahun 2025, penerangan jalan umum (PJU) juga telah terpasang di 123.366 lokasi.

“Kita juga terus memperkuat kampung, sebagai pusat peradaban kota. Melalui Kampung Pancasila, balai RW, para Kader Surabaya Hebat, dan gerakan gotong-royong warga, Surabaya ingin memastikan tidak ada saudara kita, yang tertinggal dalam pendidikan, kesehatan, pekerjaan, maupun kesejahteraan.

Di akhir amanatnya, Armuji mengakui berbagai program pembangunan, yang dijalankan pemkot belum sepenuhnya, mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat. Karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan, komitmen pemkot untuk terus membuka ruang partisipasi publik.

“Kami menyadari bahwa berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah kota, belum sepenuhnya mampu seluruh harapan warga Surabaya. Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf, kepada seluruh warga,” pungkasnya.

Sebagai informasi, upacara HJKS ke-733 juga diisi dengan pembacaan sejarah singkat Kota Surabaya, pemotongan tumpeng, penyerahan piagam penghargaan, doa bersama, serta penampilan kesenian dan budaya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *