Menurut Konsep di Zaman Rasul, Masjid Didorong Punya Minimarket

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mendorong masjid-masjid untuk memiliki minimarket yang dijalankan dengan sistem koperasi. Menuru menag, hal itu dapat memberdayakan masjid sebagai pusat koperasi masyarakat.

Nasaruddin mengungkapkan, sejak zaman Rasulullah SAW, masjid tak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah. Masjid turut dijadikan sarana memberdayakan umat lewat kegiatan pelatihan, ekonomi, dan lain sebagainya. Menurut Nasaruddin, diskusi serta keputusan-keputusan politik atau yang bersinggungan dengan tata pemerintahan turut dilaksanakan di masjid.

“Masjid Nabi itu berfungsi sebagai balai keterampilan. Ada koperasi mikro di situ. Kemudian masjid Nabi itu juga tempat menyelesaikan perkara pidana, perdata, militer dan sebagainya, itu diputuskan di masjid. Kemudian juga balai pertemuan. Non-Muslim pun juga termasuk bisa menggunakan masjid,” kata Nasaruddin saat menghadiri acara peluncuran Insersi Pendidikan Perkoperasian Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kota Semarang, Jumat (5/6/2026).

Baca juga  Jumlah Hewan Kurban di Idul Adha 1447 H tembus 2 Juta Ekor, Jatim Terbanyak

Dia menilai, masjid-masjid dapat mencontoh atau mengadopsi konsep masjid era Rasulullah SAW.

“Jumlah pondok pesantren di Jawa Tengah ini 5.450. Jumlah masjid di Jawa tengah ini 54.023. Bayangkan kalau setiap masjid nanti itu kita bangun koperasi seperti koperasinya Rasulullah,” ucapnya.

Nasaruddin mengungkapkan, dia sempat memperoleh informasi bahwa keuntungan supermarket sekitar dua tahun lalu dapat mencapai Rp4 triliun per tahun. Sementara keuntungan minimarket bisa menembus Rp40 triliun.

Menurutnya hal itu menjadi salah satu penyebab banyaknya supermarket yang gulung tikar. Sebab budaya warga berbelanja beralih ke minimarket.

“Setiap satu jengkal, hampir ada lagi minimarket di situ. Bayangkan di Jawa Tengah 54.023 masjid, hampir semua masjid yang kita lihat di Semarang itu ada space yang bisa dibangunkan mini market di situ,” ucapnya.

Baca juga  Menag Target Indonesia Jadi Produsen Halal Dunia

“Kalau Jawa Tengah mampu memberdayakan masjid sebagai pusat koperasi masyarakat, separuh pasar minimarket yang 40 triliun itu bisa memberdayakan masyarakat,” tambah Nasaruddin.

Menurutnya, jika masjid memiliki koperasi, kebutuhan dasar umat yang tinggal di sekitarnya dapat dipenuhi dari sana. “Kita kerja sama dengan PT Pos, kerja sama dengan Gojek. Kebutuhan pokok masyarakat, umat kita itu, itu bisa dipesan di masjid. Dalam tempo 5-10 menit Gojeknya bisa mengantarkan minyak, LPG, beras, dan seterusnya,” ujarnya.

“Membeli sambil beramal. Pasti halal dan keuntungannya ke masjid,” tambah Nasaruddin.

Dia mengatakan, jika semua masjid dapat berdaya seperti yang dibayangkannya, hal itu akan menghasilkan dampak luar biasa. (Ym)

Baca juga  Menag Ajak Pesantren Berbenah, Yakin Akan Lahir Generasi Pemimpin Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *