Hadapi Tantangan Global, Pemerintah Genjot Swasembada Pangan

Pemerintah Indonesia menempatkan pengamanan pangan nasional dan percepatan swasembada sebagai program prioritas untuk menghadapi tantangan ekonomi global. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat posisi domestik di tengah ketidakpastian rantai pasok dunia.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan arah kebijakan tersebut dalam Rapat Paripurna DPR RI mengenai RAPBN Tahun Anggaran 2027. Penguatan sektor pangan dipandang krusial mengingat proyeksi global menempatkan Indonesia sebagai kekuatan ekonomi besar dunia pada 2045.

“Program utama saya adalah mengamankan pangan Indonesia. Kita harus swasembada pangan,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6).

Pengalaman krisis global terdahulu memperlihatkan risiko besar saat negara pengekspor menghentikan distribusi pangan mereka ke pasar internasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas produksi dalam negeri dan akumulasi cadangan nasional menjadi fokus utama saat ini.

Baca juga  MUI Sebut MBG Program Mulia, Dievaluasi Jangan Dihentikan

Saat ini, volume produksi pangan Indonesia dilaporkan mencapai level tertinggi baru. Lonjakan pasokan ini berdampak langsung pada kapasitas ruang penyimpanan logistik milik negara.

“Cadangan yang ada di gudang pemerintah bahkan tidak cukup sehingga kita harus menyewa gudang tambahan,” ujar Prabowo.

Data per 10 Mei 2026 menunjukkan volume cadangan beras pemerintah melonjak signifikan hingga melampaui 5,3 juta ton. Angka ini meningkat tajam dibandingkan posisi Desember 2025 yang tercatat sebesar 3,25 juta ton.

Di samping memenuhi kebutuhan pokok domestik, sektor pertanian dan perkebunan terus memberikan kontribusi besar pada devisa. Indonesia mengukuhkan posisi sebagai pengekspor minyak kelapa sawit terbesar dunia dengan nilai ekspor US$23 miliar sepanjang 2025.

Baca juga  Tegas! Sekjen MUI Dorong Perbaikan Tata Kelola MBG

“Ini hasil kerja bersama. Stok meningkat, produksi meningkat, dan petani semakin bergairah karena pemerintah hadir mengawal dari produksi hingga penyerapan,” imbuh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *