MUI Sebut MBG Program Mulia, Dievaluasi Jangan Dihentikan

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan mulia untuk memenuhi pangan masyarakat dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). 

Pernyataan tersebut disampaikan oleh pengasuh Pondok Pesantren Al Amin Ngasinan Kediri yang akrab disapa Gus War ini pada Sabtu (13/6), guna menanggapi aksi demonstrasi sejumlah mahasiswa yang menolak program tersebut.

“Kalau dari perspektif agama, memberi makan itu sesuatu yang sangat mulia. Memberi makan orang lain merupakan bagian dari sifat yang dicintai Allah. Karena itu program memberi makan kepada masyarakat tentu merupakan sesuatu yang baik,” ujar Gus War.

Baca juga  Lindungi Produk Lokal, Mendag Revisi Aturan e-Commerce

Gus War mengakui adanya persoalan dan dugaan penyimpangan dalam pelaksanaan di lapangan. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak bisa menjadi alasan untuk menghentikan program secara keseluruhan. Menurutnya, pelanggaran yang terjadi disebabkan oleh oknum tidak amanah dan harus ditindak sesuai aturan hukum.

“Bahwa dalam pelaksanaannya ada hal-hal yang kurang baik, itu tentu ada aturannya dan sudah ditindak. Yang pertama programnya mulia, kemudian pelaksanaannya yang harus diperbaiki,” katanya.

Ia mencontohkan adanya oknum yang memotong anggaran makan per porsi demi keuntungan pribadi atau untuk praktik suap perizinan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini dinilai mengurangi manfaat gizi yang seharusnya diterima oleh anak-anak dan santri.

Baca juga  Pemerintah Batal Naikkan Harga MinyaKita, per Liter Tetap Rp15.700

Meski diterpa evaluasi, Gus War menekankan bahwa program MBG memiliki dampak ekonomi yang besar. Keberadaan dapur pelayanan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan menyerap produk lokal milik UMKM, seperti peternak ayam, pembuat tahu tempe, hingga petani sayur dan buah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *