Semangat mencetak generasi Qurani kembali digaungkan dalam kegiatan Gebyar Prestasi Al-Qur’an Yayasan Khadijah Tahun Ajaran 2025/2026 yang diikuti oleh 866 siswa terbaik dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, Pondok Pesantren Khadijah, hingga Unit Sosial Khadijah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jawa Timur dua periode, Dr. (H.C.) Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., memberikan motivasi kepada para santri, siswa, guru, dan wali santri agar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang membentuk karakter, pola pikir, dan perilaku sehari-hari.
“Supaya hatinya Al-Qur’an, pikirannya Al-Qur’an, dan gerakannya digerakkan oleh Al-Qur’an,” ujar Khofifah di hadapan ratusan peserta dan tamu undangan, Ahad (14/6/2026).
Khofifah mengenang perjalanan panjang Yayasan Khadijah dalam membangun tradisi pembelajaran Al-Qur’an. Ia menceritakan bagaimana pada masa awal pengembangan program Al-Qur’an, pihak yayasan menggandeng almarhum KH Basri Alwi dari Malang untuk membimbing serta memberikan perhatian terhadap kualitas bacaan Al-Qur’an para santri dan siswa Khadijah.
Menurutnya dedikasi para ulama dan guru alquran menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi yang tidak hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan.
Dalam kesempatan itu, Khofifah memberikan perhatian khusus kepada para penghafal Al-Qur’an. Ia mengingatkan bahwa tantangan terbesar bukan hanya menghafal, tetapi menjaga hafalan agar tetap kuat sepanjang hayat.
“Pesan saya kepada para wali santri, tolong dijaga hafalan Al-Qur’annya. Menjaga hafalan itu adalah proses yang panjang dan membutuhkan dukungan keluarga, guru, dan lingkungan,” katanya.
Ia berharap Yayasan Khadijah dapat terus membangun kelompok pembinaan bagi para alumni penghafal Al-Qur’an sehingga hafalan yang telah dicapai tidak hilang seiring berjalannya waktu.
Selain menekankan pentingnya hafalan, Khofifah juga mengajak seluruh peserta memahami makna ayat pertama yang turun kepada Rasulullah SAW, yakni Iqra’ atau membaca. Menurutnya, ayat tersebut merupakan dasar pentingnya literasi dalam Islam.
“Iqra’ bukan hanya membaca, tetapi juga memahami, mencerdaskan, dan mengembangkan wawasan. Literasi menjadi kunci untuk membangun peradaban yang unggul,” ungkapnya.
Di hadapan para siswa, Khofifah juga menyampaikan rasa bangganya sebagai bagian dari keluarga besar Khadijah. Ia mengenang para guru dan ulama yang pernah membimbingnya, termasuk para nyai yang mengajarkan ilmu tajwid, keislaman, serta nilai-nilai kehidupan.
Pada kesempatan tersebut, Khofifah memberikan motivasi kepada para santri untuk memiliki cita-cita besar. Ia berharap dari lingkungan Yayasan Khadijah akan lahir pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Saya berharap nanti akan ada gubernur Jawa Timur lagi dari alumni Yayasan Khadijah. Akan ada menteri, anggota legislatif, anggota yudikatif, ulama besar, hafiz dan hafizah yang membawa manfaat bagi bangsa dan negara,” tuturnya yang disambut doa dan aminin para peserta.
“Kita berharap para hafiz dan hafizah menjadi pilar sekaligus fondasi kehidupan umat. Al-Qur’an akan menuntun kehidupan kita, mencerahkan kehidupan kita, dan menjadi referensi keteladanan dalam kehidupan,” tegasnya. (Ym)












