Proyeksi Beban Subsidi Energi Melonjak 208 Persen Tahun Ini Akibat Gejolak Global

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksi anggaran subsidi dan kompensasi bakal melonjak hingga 208,2 persen pada tahun ini, seiring dengan meningkatnya tekanan harga energi akibat gejolak geopolitik global, terutama konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Berdasarkan paparan Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Bimo Wijayanto, terlihat anggaran subsidi dan kompensasi sepanjang 2026 diproyeksi bakal mencapai Rp203,7 triliun, naik tajam dari realisasi 2025 sebesar Rp66,1 triliun.

“Anggaran subsidi dan kompensasi meningkat sekitar 208,2 persen 2026 ini. Pemerintah terus menjaga ketersediaan barang dengan harga yang bersubsidi,” ujar Bimo Jumat (19/6).

Secara rinci, anggaran kompensasi diproyeksi bakal tembus Rp108,9 triliun, lalu subsidi sebesar Rp94,8 triliun sepanjang tahun ini.

Baca juga  Purbaya Kenakan Bea Masuk Antidumping untuk Impor Karton dari 3 Negara Ini

Menurutnya, eskalasi konflik global telah memberikan tekanan terhadap pasokan dan harga energi, yang pada akhirnya berdampak pada besarnya beban subsidi yang harus ditanggung negara.

Karena itu, pemerintah berharap ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat segera mereda agar tekanan terhadap harga energi global ikut berkurang.

“Mari kita sama-sama berharap krisis Amerika dan Iran segera berakhir, sehingga krisis dan dinamika geopolitik yang tidak menguntungkan dari sisi subsidi maupun suplai energi bisa segera berakhir,” jelasnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *