Aliansi Mahasiswa Mojokerto Demo Tuntut Hentikan Program MBG dan KDMP

Puluhan mahasiswa di Mojokerto melakukan demontrasi menuntut hentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Aliansi mahasiswa Mojokerto tersebut menyampaikan orasi di Depan Gedung DPRD Kota Mojokerto, Senin (22/6/2026) sore.

Ketua PC PMII Mojokerto M Nur Fadilah mengatakan demontrasi ini berawal dari analisa mahasiswa tentang situasi nasional yang terjadi, khususnya program MBG dan KDMP yang menandai kebobrokan rezim Prabowo-Gibran.

“Maka kami aliansi mahasiswa Mojokerto mengambil sikap MBG dan KDMP kami minta untuk dihentikan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).

M Nur menilai bahwa MBG adalah program berkedok, seolah-olah bermanfaat tapi secara nyata membawa kerugian untuk masyarakat.

Baca juga  Tegaskan Sinergi Legislatif dan Eksekutif, DPRD Gelar Rapat Paripurna Istimewa HUT Ke-108 Kota Mojokerto

“MBG banyak sekali anggaran, terutama anggaran dari Pendidikan yang harus dipangkas hanya untuk program MBG. Dampaknya, hari ini banyak guru honorer yang bergaji antara Rp200 ribu -Rp300 ribu untuk hidupnya, sedangkan di lain sisi SPPG ini semakin memperkaya golongan-golongan elit,” imbuhnya.

Mahasiswa Mojokerto menilai adanya ketimpangan di masyarakat yang disebabkan MBG. Guru yang seharusnya mencerdaskan kehidupan bangsa seolah-olah sangat tidak dihargai di negara ini.

“Maka kami secara tegas mengatakan aliansi Mahasiswa Mojokerto menolak dan mengecam rezim Prabowo-Gibran,” pungkasnya.

Sementara itu ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti yang menemui mahasiswa pendemo berjanji meneruskan aspirasi mahasiswa ke DPR RI.

“Kami ini kan perwakilan rakyat yang ada di daerah, kami akan meneruskan tuntutan dan aspirasi mahasiswa kepad DPR RI,” ucapnya kepada awak media.

Baca juga  Suasana Haru dan Syukur Warnai Kepulangan 222 Jemaah Haji Kota Mojokerto

Secara garis besar, pihaknya sepakat MBG dan KDMP dikaji ulang pelaksanaannya.

“Kalau MBG dan KDMP itu memang kami sepakat sekali untuk diadakan evaluasi secara total dan menyeluruh, kebijakan itu tujuannya bagus tapi dalam pelaksanaan banyak sekali ketidaksempurnaan,” pungkasnya. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *