Wali Kota Eri Serahkan Bantuan Pendidikan bagi 7.380 Pelajar Surabaya dari Keluarga Miskin

Pemkot Beri Bantuan Pendidikan untuk 7.380 Pelajar, Siswa Swasta

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyerahkan bantuan pendidikan, kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat di Gelanggang Remaja Surabaya, Jumat (10/7). Penyerahan tersebut merupakan bagian dari program, bantuan pendidikan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang tahun ini, menjangkau 7.380 siswa. Program ini diprioritaskan bagi pelajar yang berasal dari keluarga miskin dan prasejahtera, anak yatim atau piatu, serta masyarakat yang masuk dalam kelompok desil kesejahteraan terendah, sesuai ketentuan dalam Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 80 Tahun 2025.

Melalui program tersebut, para penerima memperoleh paket perlengkapan sekolah, berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan kaus kaki untuk mendukung kegiatan belajar, pada tahun ajaran baru. Khusus bagi siswa yang bersekolah di SMA/SMK/MA swasta, Pemkot Surabaya juga memberikan bantuan biaya pendidikan, sebesar Rp350 ribu per bulan.

Wali Kota Eri mengatakan, program tersebut merupakan wujud komitmen Pemkot Surabaya, dalam memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetap memiliki akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya. Oleh karena itu, bantuan tidak hanya diberikan kepada siswa baru kelas X, tetapi juga kepada pelajar kelas XI dan XII, agar mereka turut memperoleh perlengkapan sekolah, yang memadai.

Baca juga  TPA Benowo Dijaga 24 Jam, Wali Kota Perketat Pengawasan Cegah Kebakaran

“Hari ini kami menyerahkan bantuan beasiswa, sekaligus paket seragam sekolah kepada anak-anak Surabaya. Bantuan ini tidak hanya diberikan kepada siswa kelas X yang baru masuk, tetapi juga kepada siswa kelas XI dan XII, agar mereka juga memiliki seragam baru. Semoga bantuan ini dapat meringankan beban orang tua, sekaligus menambah semangat belajar anak-anak,” kata Wali Kota Eri.

Program bantuan pendidikan tersebut, tidak menggunakan sistem kuota. Pemkot Surabaya menyalurkan bantuan berdasarkan data masyarakat, yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga 5, agar penyalurannya tepat sasaran.

“Kami tidak menetapkan kuota. Bantuan diberikan berdasarkan data masyarakat, yang masuk dalam desil 1 sampai 5. Kalau jumlah penerimanya bertambah, bantuan juga akan bertambah. Sebaliknya, kalau berkurang, jumlah penerima juga menyesuaikan. Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendaftaran bantuan dilakukan secara daring, sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Bagi warga yang memenuhi kriteria, namun belum sempat mendaftar pada tahap pertama, Pemkot masih membuka kesempatan untuk mengajukan usulan, pada tahap pendataan berikutnya.

Wali Kota Eri menegaskan bahwa seluruh sekolah negeri di Surabaya, tidak lagi diperbolehkan menarik pungutan dalam bentuk apa pun, baik terkait rapor, ijazah, maupun biaya lainnya, seiring kebijakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang menggratiskan pendidikan, di sekolah negeri. Sementara itu, bagi siswa dari keluarga desil 1 hingga 5 yang bersekolah di sekolah swasta, Pemkot Surabaya memberikan bantuan biaya pendidikan, sebesar Rp350 ribu per bulan.

Baca juga  440 Titik Genangan Tuntas, Pemkot Target Tangani 120 Lokasi Lain

“Anak-anak yang masuk desil 1 sampai 5 dan bersekolah di sekolah swasta, menerima bantuan Rp350 ribu setiap bulan. Dengan adanya bantuan ini, tidak boleh lagi ada pungutan kepada mereka. Ini merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan, sekaligus memastikan seluruh warga Surabaya mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Selain menyerahkan bantuan, Wali Kota Eri juga memberikan pesan kepada para pelajar, agar menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja, seperti geng motor, balap liar, dan tawuran. Ia juga mengajak para siswa aktif mengikuti kegiatan positif, di lingkungan tempat tinggal serta membanggakan orang tua melalui prestasi.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh dan buat bangga orang tua. Tunjukkan bahwa arek Suroboyo, bisa menjadi generasi yang membanggakan,” pesannya.

Salah seorang penerima bantuan, Putri Fellin, siswi kelas XI SMK Rajasa Surabaya, mengaku program tersebut membuatnya lebih tenang, dalam melanjutkan pendidikan karena tidak lagi terbebani biaya sekolah.

Baca juga  Wali Kota Surabaya Paparkan Strategi Pengentasan Kemiskinan Terintegrasi

“Saya senang sekali karena bantuan ini sangat meringankan beban orang tua. Apalagi saya sekolah di SMK swasta, yang tentu ada biaya pendidikan. Alhamdulillah, sekarang saya bisa lebih tenang untuk melanjutkan sekolah,” ujar Putri.

Selain bantuan biaya pendidikan yang langsung disalurkan ke sekolah, Putri menerima perlengkapan sekolah, berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, sepatu, dan perlengkapan lainnya.

“Bantuannya lengkap. Selain perlengkapan sekolah, beasiswanya juga langsung disalurkan ke sekolah, untuk membayar biaya pendidikan,” katanya.

Menurut Putri, bantuan tersebut menjadi penyemangat baginya untuk terus berprestasi.

“Saya jadi semakin semangat belajar. Kalau sudah dibantu seperti ini, tentu saya harus lebih giat lagi dan berusaha meraih prestasi, sebagai bentuk tanggung jawab,” tuturnya.

Ia berharap program bantuan pendidikan dapat terus berlanjut, agar semakin banyak pelajar dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan mengenyam pendidikan.

“Terima kasih kepada Bapak Eri Cahyadi yang sudah membantu anak-anak dari keluarga, yang memiliki keterbatasan ekonomi. Bantuan ini sangat berarti karena membuat kami tetap bisa bersekolah dan mengejar cita-cita, tanpa terbebani biaya pendidikan,” pungkasnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *