Menhaj Minta Tata Kelola Haji di Papua Terus Transparan dan Profesional

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf meminta tata kelola penyelenggaraan ibadah haji di Provinsi Papua terus dilakukan secara transparan, profesional, dan akuntabel, sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah pada musim haji mendatang.

“Oleh sebab itu evaluasi tersebut penting dilakukan untuk menjadi pijakan penyempurnaan pelayanan haji pada 2027,” kata Menhaj Irfan saat memberikan sambutan pada kegiatan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji Provinsi Papua di Kota Jayapura, Sabtu (18/7/2026).

Apalagi, lanjut dia, pembentukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan tata kelola penyelenggaraan haji yang lebih fokus, profesional, transparan, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Baca juga  Afira Umrah & Haji Hadirkan Ustadz Derry Sulaiman-Wily Salim di Pameran, Paket Umrahnya Banyak Diminati

Menhaj menjelaskan kementerian yang baru dibentuk tersebut juga memperkuat sistem pengawasan dengan melibatkan unsur Kejaksaan, Kepolisian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dalam proses pengadaan dan pelaksanaan layanan haji guna menutup peluang terjadinya tindak pidana korupsi.

“Selain itu kami telah mulai menerapkan sistem pembagian kuota haji berdasarkan jumlah daftar tunggu di setiap provinsi, sehingga dinilai lebih adil dibandingkan mekanisme sebelumnya,” kata Menhaj Irfan.

Diakuinya, Kemenhaj masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia sebagai kementerian baru. Oleh karena itu pemerintah terus memperkuat organisasi melalui rekrutmen pegawai yang mengedepankan kompetensi dan integritas.

Sementara itu Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Papua Suzana Wanggai mengatakan Papua memiliki tantangan tersendiri dalam penyelenggaraan ibadah haji karena kondisi geografis yang luas, keterbatasan akses transportasi, serta kebutuhan pelayanan bagi jamaah lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Baca juga  Hadir ke Baubau, Menhaj Beri Santunan untuk Petugas Haji yang Wafat di Tanah Suci

“Untuk itu evaluasi penyelenggaraan haji menjadi langkah penting guna menghasilkan rekomendasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari proses keberangkatan, pelayanan di Tanah Suci, hingga pemanfaatan teknologi informasi dan penguatan komunikasi dengan keluarga jamaah,” kata Suzana Wanggai. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *