Sandang Predikat Outstanding School, Siswa Baru Smamda Tembus 412

SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Surabaya resmi menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027 melalui acara Inaugurasi yang digelar pada Sabtu (18/7). Dalam momentum tersebut, Smamda Surabaya mencatatkan lonjakan jumlah siswa baru yang signifikan menjadi 412 siswa, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 373 siswa.

Sekretaris Majelis Dikdasmen Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, Dr. Eko Hardiansyah, M.Psi., mengapresiasi capaian tersebut sebagai bukti nyata tingginya kepercayaan masyarakat. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan ini membuktikan publik percaya Smamda Surabaya mampu mencetak generasi hebat di masa depan.

“Sebagai salah satu sekolah yang menyandang predikat outstanding school, kami bangga dengan capaian Smamda Surabaya ini. Prestasi terus meningkat,” ujar Eko saat menghadiri acara inaugurasi bertajuk “Empowering a Smart Generation Through the Digital World” di Smamda Tower Mas Mansyur, Surabaya, Sabtu (18/7).

Baca juga  Mendikdasmen Sebut MPLS Harus Jadi Pengalaman Pertama yang Menyenangkan

Eko memaparkan, saat ini baru ada empat SMA di bawah naungan PWM Jatim yang berhasil meraih predikat outstanding school. Selain Smamda Surabaya, tiga sekolah lainnya adalah Smamda Sidoarjo, SMA Muhammadiyah 1 Gresik, dan SMA Muhammadiyah 10 Gresik.

Jumlah tersebut dinilai masih kecil dibandingkan dengan total 93 SMA Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Jawa Timur. Oleh karena itu, PWM Jatim terus mendorong sekolah-sekolah lain untuk naik kelas ke tingkat outstanding melalui model pendampingan khusus bernama Muhammadiyah Future School (MFS).

Melalui instrumen MFS, kualitas sekolah diklasifikasikan secara bertahap mulai dari level potential, inspiring, excellent, hingga yang tertinggi yakni outstanding. Terdapat sekitar 10 komponen penilaian di dalam instrumen tersebut, meliputi visi-misi yang kuat, pembangunan school branding, hingga pengembangan orientasi internasional.

Baca juga  Mendikdasmen Buka MPLS Ramah 2026, Sekolah Bebas Perpeloncoan

Untuk mempercepat standarisasi ini, Eko menekankan pentingnya setiap institusi memiliki visi yang kuat, program kerja yang menjamin prestasi siswa, serta fasilitas yang adaptif. Penguatan penguasaan bahasa, pemanfaatan platform digital dalam pembelajaran, dan penanaman karakter khas Muhammadiyah menjadi kunci utama yang harus diimplementasikan oleh seluruh sekolah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *