Launching Suryavena, Haedar Ajak Seluruh RS Muhammadiyah Perkuat Konsolidasi

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir launching produk bahan medis habis pakai “Suryavena” di SM Tower, Yogyakarta. Kamis (23/7/2026).

Haedar Nashir dalam amanahnya meminta agenda ini sekaligus jadi wadah konsolidasi. Jangan ada kesan, Muhammadiyah sukses membangun konsolidasi dengan eksternal, namun tak berjalan untuk konsolidasi ke dalam.

“Bagi seluruh institusi yang ada di Persyarikatan Muhammadiyah, lebih khusus seluruh rumah sakit dari 130. 130 rumah sakit kita di samping klinik, tentu kerja sama ini semakin mengokohkan konsolidasi internal agar kita makin kuat,” katanya.

Menurutnya, konsolidasi ke dalam akan lebih mudah dilakukan terlebih seluruh Rumah Sakit Muhammadiyah-’Aisyiyah (RSMA) berada dalam satu kepemilikan, yakni Persyarikatan Muhammadiyah.

Baca juga  Muhammadiyah Perkuat Dakwah Berbasis Literasi dan Teknologi di Era AI

“Maka tentu kita lebih bisa mudah lagi untuk kerja sama internal karena kita disatukan oleh nilai perjuangan atau pergerakan kita, disatukan oleh sistem kita sendiri,” ungkap Haedar.

Sebagai satu kesatuan– berserikat, maka tidak boleh ada federasi di lingkungan Muhammadiyah, termasuk Organisasi Otonom (Ortom). Seluruh kebijakan dan sistem tersebut dapat ditemukan rujukannya di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Muhammadiyah.

“Maka kalau logika kesatuan, tidak boleh ada federasi, tidak boleh ada pemisahan. Perbedaan-perbedaan tugas, termasuk dalam gerakan dari seluruh elemen yang ada di Persyarikatan, tidak membuat kita terpisah-pisah,” katanya.

Oleh karena itu, Haedar berpesan supaya seluruh jaringan RSMA untuk komitmen bersama menggunakan produk medis Suryavena.

Baca juga  Muhammadiyah dan Kaikoukai Jepang Sepakat Kolaborasi di Bidang Kesehatan

Senada dengan itu, Ketua PP Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman menyebut agenda ini sebagai kesempatan untuk membangun kolaborasi sekaligus konsolidasi internal pelayanan kesehatan Persyarikatan.

“Dan ini tidak mungkin kalau kita tidak serius dan sungguh-sungguh. Maka kalau kesepakatan itu judulnya tidak boleh ada dusta di antara kita. Jadi mari kesepakatan ini dikawal betul,” tutur dr. Agus.

Selain itu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PP Muhammadiyah juga tengah membangun Ekosistem Kesehatan Muhammadiyah. Jika sebelumnya fokus pada manusianya. Pada tahap ini, MPKU beranjak ke penguatan dan membangun sirkulasi ekonomi.

“Bersama dengan Majelis Ekonomi kita memulai adalah membangun industri kesehatan berkelanjutan yang saat ini kita akan launching,” katanya.

Baca juga  MUI Pastikan Kongres Umat Islam Indonesia Bahas Hukuman Mati Koruptor

Ketua PP Muhammadiyah yang membidangi Kesehatan, Kesejahteraan Sosial dan Resiliensi Bencana ini menegaskan supaya empat pilar ekosistem kesehatan Muhammadiyah diperkuat.

Empat pilar ekosistem kesehatan Muhammadiyah antara lain, penyediaan SDM melalui pendidikan, pelayanan melalui rumah sakit, kemudian ekosistem kesehatan masyarakat, dan membangun industri kesehatan yang dibutuhkan. (Ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *