Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Jatim memperkuat jejaring internasional untuk memperluas akses pasar global saat mengunjungi Indo Market di Hong Kong.
“Kami mengajak seluruh pelaku UMKM khususnya Jatim agar bisa meningkatkan jejaring sekaligus stadar kualitas produk guna memanfaatkan kesempatan emas ini untuk semakin mendunia. Bersama kita wujudkan Indonesia dan Jatim tidak hanya sebagai konsumen tapi juga sebagai pelaku utama pasar halal dunia,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat (24/7).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hong Kong.
Dalam kesempatan itu, Khofifah didampingi Manager Financial and Professional Services Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) Chasel Lam serta Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Timur Dyah Wahyu Ermawati.
Di Indo Market, Khofifah meninjau berbagai produk Indonesia, mulai dari makanan, minuman, bumbu masak hingga kebutuhan sehari-hari yang dipasarkan di Hong Kong.
Ritel tersebut memiliki hampir 20 gerai dan menjadi salah satu jaringan supermarket produk Asia Tenggara terbesar di wilayah tersebut.
Menurut Khofifah, keberadaan Indo Market menjadi etalase strategis bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Hong Kong sekaligus pasar internasional.
“Indo Market ini bukan sekadar toko retail biasa, melainkan etalase utama yang menjembatani produk-produk unggulan Indonesia agar bisa dikenal dan bersaing secara global di pasar internasional,” ujarnya.
Ia menilai produk-produk Indonesia yang dipasarkan di luar negeri menunjukkan kualitasnya mampu memenuhi standar pasar internasional.
Berbagai produk yang akrab di masyarakat Indonesia, seperti makanan ringan, minuman, bumbu masak, sambal pecel, hingga produk olahan lainnya, telah tersedia di gerai tersebut.
“Banyak sekali produk yang kita sudah ada di Indonesia, ternyata dijual di sini. Tentu ini bukti bahwa produk-produk kita tidak kalah saing dengan produk mancanegara. Semoga ini menjadi penguat dan penyemangat UMKM kita untuk menembus pasar global,” katanya.
Khofifah juga mengatakan kuliner menjadi media efektif dalam memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat internasional sekaligus memperkuat diplomasi budaya.
“Kita sepakat bahwa kuliner selalu berhasil menjadi sarana diplomasi budaya yang paling efektif dimanapun,” ucapnya. Bg







