Di Forum ASEAN, Mendikdasmen Dorong Penguatan Digitalisasi serta Pemanfaatan AI Koding

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya memperkuat transformasi pendidikan melalui kolaborasi regional dalam Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 (14th ASEAN Education Ministers Meeting/ASED) yang diselenggarakan di Singapura.

Pertemuan tingkat tinggi para menteri pendidikan negara-negara ASEAN tersebut menghasilkan 15 poin Pernyataan Bersama yang menjadi arah kerja sama pendidikan kawasan. Mulai dari peluncuran ASEAN Work Plan on Education (AWPE) 2026–2030 hingga penetapan Brunei Darussalam sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-15 (15th ASED).

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengatakan bahwa berbagai kesepakatan tersebut menegaskan penguatan kolaborasi ASEAN dalam pemerataan pendidikan, pendidikan inklusif, serta pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, hasil pertemuan ini sejalan dengan langkah pemerintah Indonesia melalui Kemendikdasmen yang terus mematangkan integrasi digitalisasi dan teknologi ke dalam kurikulum nasional.

Baca juga  Mendikdasmen Hadiri ASEAN Education Ministers Meeting Singapura, Perkuat Kerja Sama Pendidikan AI dan STEM

“Negara-negara ASEAN telah menyepakati berbagai isu pendidikan, termasuk pendidikan inklusif, pemerataan pendidikan, AI, dan juga beberapa program yang telah disepakati dalam pertemuan berikutnya,” ujar Menteri Abdul Mu’ti Sabtu (25/7).

Dalam forum tersebut, Indonesia juga mendorong penguatan pemanfaatan AI dan koding dalam pendidikan. Menteri Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa digitalisasi pendidikan yang menjadi bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto telah mulai diterapkan melalui mata pelajaran koding dan AI serta pendekatan pembelajaran mendalam (Deep Learning).

Saat ini, AI dan koding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima Sekolah Dasar (SD). Ke depan, Kemendikdasmen akan terus memperkuat pelatihan guru dan menyiapkan sarana prasarana agar kedua mata pelajaran tersebut dapat diterapkan secara lebih luas.

“AI dan koding sudah menjadi mata pelajaran pilihan di Indonesia mulai kelas lima SD. Ke depan, ketika sumber daya manusia dan sarana prasarana sudah siap, AI akan kami jadikan sebagai mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah Indonesia,” tegas Mendikdasmen.

Baca juga  Presiden Prabowo Pamer Program Rumah Pendidikan Kemendikdasmen

Komitmen tersebut tidak hanya diarahkan untuk membangun generasi yang memiliki kompetensi digital, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas lulusan, termasuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), agar semakin siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Selain pemanfaatan teknologi, para Menteri Pendidikan ASEAN juga menyepakati pentingnya membangun etika dalam penggunaan AI. Mendikdasmen menegaskan bahwa pembelajaran AI harus diimbangi dengan pendidikan karakter dan keadaban dalam memanfaatkan teknologi.

“Yang disepakati bukan hanya bagaimana mengajarkan peserta didik menggunakan AI, tetapi juga etika penggunaan AI, bahkan bagaimana mengembangkan pemikiran yang melampaui AI agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkuat kehidupan bersama,” jelas Menteri Abdul Mu’ti.

Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-14 yang mengusung tema “Strengthening ASEAN through Education” dipimpin oleh Menteri Pendidikan Singapura, Desmond Lee. Dalam pertemuan tersebut, para menteri meluncurkan ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 yang memuat enam hasil utama, 28 tujuan program, dan 145 kegiatan sebagai arah pembangunan sektor pendidikan ASEAN selama lima tahun ke depan.

Baca juga  Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika

Selain itu, para menteri menyepakati Deklarasi ASEAN tentang Pembelajaran Fondasional, mendukung pembentukan ASEAN Centre of Excellence for Teacher Education and Development (ACTED), memperkuat pendidikan tinggi berbasis AI dan transformasi digital, meningkatkan kerja sama pendidikan vokasi atau Technical and Vocational Education and Training (TVET), memperluas mobilitas mahasiswa melalui ASEAN GEMS Plus, memperkuat pendidikan STEM, pendidikan nilai, kesehatan mental, pendidikan iklim, serta penanganan anak dan remaja putus sekolah.

Pertemuan juga menyampaikan apresiasi kepada Singapura atas kepemimpinannya sebagai Ketua Sektor Pendidikan ASEAN periode 2026–2027 dan menyepakati Brunei Darussalam sebagai tuan rumah Pertemuan Menteri Pendidikan ASEAN ke-15 pada 2028. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *