Menteri HAM Melarang Gubernur KDM Gelar Sayembara Tangkap Begal

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berharap sayembara tangkap begal berhadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedy Mulyadi atau yang akrab dipanggil KDM.

Menteri Pigai berharap sayembara itu sebatas guyonan belaka.

“Saya pikir gini, saya pikir Pak Dedi Mulyadi cuma mungkin guyonan aja. Jangan salah loh, bisa saja guyonan, media anggap serius, ya. Ya namanya juga uangnya tidak kelihatan, omongannya ada uang. Tapi kalau kalau serius ya tidak boleh, tapi kalau guyonan nggak apa-apa,” ucap dia di Bandung, Selasa (28/7/2026).

Ia mengungkapkan alasan melarang sayembara itu, sebab nantinya terkesan mengajak orang untuk menangkap begal lalu dibayar. Namun, Pigai bertanya-tanya apakah orang yang diajak merupakan terlatih atau tidak.

Baca juga  Kapolri Sinergi dengan FBI Berantas Kejahatan Transnasional

“Kalau nangkap gini, orang yang menangkap terlatih nggak? Kalau sipil yang tidak terlatih, mukul dong ya, berdarah-darah. Apa diperbolehkan kita bayar orang untuk memukul orang lain di lapangan?” kata dia.

Ia menduga pernyataan tentang sayembara tersebut hanya guyonan belaka dan tidak serius. Natalius Pigai pun meminta agar jangan membentur-benturkan masalah tersebut.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali membuat gebrakan kembali dengan menggelar sayembara menangkap begal bagi masyarakat di Jawa Barat. Ia mengatakan mereka yang dapat melumpuhkan begal dan pelaku kejahatan lain akan mendapatkan hadiah Rp 5 juta sampai 50 juta.

“Saya memberikan sayembara kepada seluruh warga masyarakat Jabar yang bisa melumpuhkan maling, copet, jambret, begal, rampok kami siapkan hadiah dari Rp 5 sampai Rp 50 juta,” ucapnya beberapa waktu yang lalu. (Ym)

Baca juga  Prabowo Teken Keppres Leonard Eben jadi Jampidum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *