Ma’ruf Amin Dorong NU Kuatkan Umat Lewat Pendidikan dan Ekonomi

Wapres Ke-13 RI Ma’ruf Amin mendorong Nahdlatul Ulama NU memperkuat umat dan memakmurkan negara melalui pengembangan pendidikan, kemandirian ekonomi, serta penguatan kerukunan bangsa.

Ma’ruf menegaskan NU bukan hanya wadah berkumpul. NU adalah organisasi yang memperjuangkan keadilan, menjaga keamanan, dan mendorong perbaikan kehidupan masyarakat.

“Jadi NU itu organisasi yang memperjuangkan keadilan, menebarkan keamanan, wa islahin melakukan berbagai perbaikan, wa ihsanin dan membawa kebaikan-kebaikannya,” kata Ma’ruf dalam “Halaqah Kebangsaan dan Qanun Asasi NU” di Gedung Nusantara V Kompleks Parlemen, Senayan, Sabtu (8/8/2026). Acara diikuti daring dari Jakarta.

Dalam penguatan umat taqwiyatul ummah, Ma’ruf menekankan pentingnya menjaga masyarakat dari pemahaman keagamaan menyimpang dan meningkatkan pemberdayaan umat secara nyata.

Baca juga  Kemenag Rilis 90 Buku PAI dan Bahasa Arab MI sampai MA

Ia mendorong konsep majma’ul bahrain atau pertemuan dua lautan dalam pendidikan. Yakni pendidikan keagamaan yang kuat dipadukan dengan penguasaan sains dan teknologi.

“Pendidikan yang kita bangun sekarang ada dua. Pertama menyiapkan orang-orang alim, ulama untuk menjaga himayatul umat, supaya tetap di paham yang benar. Kedua, yang membangun bumi, yang menguasai sains dan teknologi,” ujar Ma’ruf.

Selain pendidikan, kemandirian ekonomi disebut Ma’ruf sebagai kunci memakmurkan negara. Ia menyebut gerakan ekonomi warga NU sudah berakar sejak Nahdlatul Tujjar yang dirintis para ulama sebelum NU berdiri.

Untuk kebangsaan, Ma’ruf menekankan hifzhul wathon atau menjaga tanah air dan memelihara kerukunan lewat 4 bingkai.

Pertama, bingkai politis, yakni komitmen pada konsensus nasional.

Baca juga  Haedar Nashir Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ini Pesannya

Kedua, bingkai yuridis, yakni aturan dan kebijakan tidak diskriminatif.

Ketiga, bingkai sosiologis, yakni mengoptimalkan kearifan lokal untuk menyelesaikan konflik.

Keempat, bingkai teologis, yakni mengedepankan narasi kerukunan antarumat beragama.

“Kita diperintah takwa, semua agama bertakwa. Tapi bagaimana menggunakan narasi kerukunan, bukan narasi konflik,” katanya.

Ma’ruf juga mendorong NU meningkatkan kualitas kepemimpinan lewat al-ishlah yaitu mendamaikan kelompok berkonflik dan memperbaiki arah organisasi agar tetap moderat dan dinamis sesuai Fikrah Nahdliyyah.

Ia mengingatkan warga Nahdliyin harus paham alasan berorganisasi, tidak sekadar ikut arus.

“Ke depan kita harus membangun ber-NU ala bashirah, kata Syekh Nawawi al-Bantani. Ala hujjatin wadihatin ghairi amya. Atas dasar alasan yang kuat. Kenapa dia ber-NU? Alasannya kuat, landasannya kuat,” pungkas Ma’ruf. (Ym)

Baca juga  Muktamar ke-35 NU, PBNU Rilis Daftar Peserta Sementara Tahap I, 501 Cabang dan Wilayah Masuk Data

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *