Pegawai Kemendikdasmen Terima Satyalancana Karya Satya dari Presiden Prabowo

Enam pegawai Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden RI Prabowo Subianto. Penyematan lencana dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Satyalancana Karya Satya diberikan kepada ASN yang setia kepada Pancasila, UUD 1945, negara, dan pemerintah, serta mengabdi dengan jujur dan disiplin selama 10, 20, atau 30 tahun.

Penerima tahun ini yakni Nunuk Suryani dan Mansur untuk masa pengabdian 30 tahun, Yudhistira Nugraha dan Tuti Wibowo untuk 20 tahun, serta Eka Yuli Arisanti dan Vidy Binsar Ferdianto untuk 10 tahun.

Abdul Mu’ti mengatakan penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan merupakan amanah yang harus dijaga.
“Dalam momentum kemerdekaan ini, mari kita menjaga amanah kemerdekaan dengan memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara,” ujarnya Selasa (18/8).

Baca juga  1.174 Paspamres Diterjunkan Amankan Rangkaian HUT ke-81 RI

Ia juga mengajak insan pendidikan menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata untuk menghadirkan pendidikan bermutu.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani mengaku bangga atas penghargaan yang diterimanya.
“Saya merasa bangga dan bersyukur karena pemerintah atau negara, khususnya Presiden, mengapresiasi kinerja para ASN. Ini menunjukkan perhatian yang besar pemerintah terhadap insan-insan ASN yang berdedikasi dan berkontribusi terhadap negara,” tutur Nunuk.

Nunuk menilai indikator pengabdian ke depan perlu mencakup kontribusi berbasis teknologi. Ia juga menyinggung kondisi pascagempa di Nusa Tenggara Timur.
“Musibah adalah sesuatu yang tidak bisa kita minta dan tidak bisa kita hindari. Yang dapat kita lakukan adalah melakukan mitigasi terhadap risiko bencana dan terus hadir membantu mereka yang terdampak,” katanya.

Baca juga  76 Anggota Paskibraka Nasional 2026 Dikukuhkan di Istana Negara

Menurut Nunuk, Kemendikdasmen telah berpengalaman mendampingi wilayah terdampak bencana melalui trauma healing dan pembekalan guru.
“Kami sudah berpengalaman menangani daerah-daerah yang terkena musibah, termasuk memberikan trauma healing kepada guru dan pembekalan agar guru dapat membantu anak-anak segera bangkit dan terhindar dari trauma,” ujarnya.

Ia menambahkan, kemerdekaan bagi guru saat ini adalah kebebasan berekspresi dan mengembangkan kompetensi.
“Kemerdekaan bagi guru pada zaman sekarang adalah merdeka untuk berekspresi, mengembangkan kompetensi, serta menyampaikan ide dan gagasan. Saatnya guru memerdekakan pikiran dan dirinya untuk terus meningkatkan kompetensi dan mengabdi kepada murid,” tutur Nunuk.

Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Yudhistira Nugraha, penerima Satyalancana Karya Satya 20 tahun, memaknai penghargaan sebagai keberkahan.
“Bisa bertahan dan mengabdi selama 20 tahun tentu menjadi sebuah keberkahan. Mudah-mudahan ke depan kami tetap dapat memberikan kontribusi, manfaat, dan inovasi bagi bangsa Indonesia, khususnya untuk mendorong Indonesia maju,” kata Yudhistira.

Baca juga  1.174 Paspamres Diterjunkan Amankan Rangkaian HUT ke-81 RI

Ia menegaskan ASN harus sigap merespons tantangan, termasuk bencana yang dapat terjadi kapan saja.
“Makna kemerdekaan tidak hanya kita rasakan pada saat memperingati hari kemerdekaan. Kemerdekaan harus terus membara dalam kehidupan masyarakat. Sebagai ASN, kami memiliki tanggung jawab untuk mendukung pemerintah dan hadir memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed