7
Pakar
Epidemiolog Universitas Unair Windhu Purnomo mengaku bahwa pondok pesantren belum dapat dibuka. Menurutnya lokasi tersebut baru bisa beroperasi untuk kegiatan belajar pada akhir tahun 2020.
“Kecuali bila semua wilayah sudah tidak ada lagi yang merah atau berisiko tinggi. Jadi kalau ada fakta penularan di ponpes saat ini, semua ponpes harus ditutup kembali,” ujar Windhu, Kamis (9/7/2020).
Hal ini ditegaskan Windu setelah mencatat tujuh santri Pondok Pesantren Modern Gontor Kampus 2 Ponorogo, terkonfirmasi positif corona. Dari tujuh santri tersebut, enam orang diketahui berasal dari luar Pulau Jawa.
SAMPAI AKHIR TAHUN
Sementara Pakar
Epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman juga menyarankan seluruh fasilitas pendidikan termasuk pondok pesantren ditutup hingga akhir tahun 2020.
Menurutnya, kebijakan itu harus dilakukan mengingat masih banyak kasus di Indonesia yang belum terdeteksi.
“Seperti selalu saya sampaikan, untuk sekolah mulai TK sampai universitas sebaiknya ditunda dulu sampai akhir tahun. Tidak ada kecuali,” ujar Dicky.
KLASTER PENDIDIKAN
Dicky menuturkan risiko penularan Covid-19 di Indonesia, termasuk di pesantren masih sangat tinggi. Jika dibiarkan, dia mengatakan akan timbul klaster dari fasilitas pendidikan tersebut.
Terkait dengan hal itu, dia kembali mengatakan tidak merekomendasikan pesantren untuk dibuka. Terlebih, dia menyebut tidak ada data valid terkait dengan cakupan pengujian nasional dan per wilayah yang bisaa menjadi para siswa atau santri aman ketika kembali belajar.
“Untuk negara yang sukses mengendalikan pandemi bisa bertahap membuka sekolah,” ujarnya.
Di sisi lain, Dicky juga mengingatkan positive rate Indonesia saat ini masih di kisaran 11 persen. Dia berkata ada jarak 6 persen kekurangan cakupan test yang juga artinya masih banyak kasus positif di masyarakat yang belum terdeteksi.
“Malahan yang ideal di 3 persen positive rate,” tandasnya. Bagus






