LP Ma’arif PBNU: 50 Pesantren Terpapar Covid-19

Ketua Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Arifin Junaidi menjelaskan penyebaran virus corona(Covid-19) di pondok pesantren jauh lebih besar dibandingkan data yang diumumkan pemerintah.

Dikatakannya, data Rabithahtul Ma’ahidil Islamiyah, lembaga yang membawahi pesantren NU, ada lebih dari 50 pesantren yang terpapar.

“Tapi pemerintah menyatakan jumlah yang jauh lebih kecil,” ujarnya, SEnin (10/8/2020).

Hal ini pun memunculkan keraguan LP Ma’arif akan pengawasan pelaksanaan pembelajaran tatap muka sekolah dan madrasah di zona kuning, yang telah diizinkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

“Data pemerintah pesantren yang terpapar Covid-19 kurang akurat,” katanya.

SARANA PRASARANA

Arif mengatakan sekolah atau madrasah yang berbasis pesantren umumnya tidak memiliki sarana dan prasarana yang mampu mendukung protokol kesehatan. Pengetahuan terkait hal ini juga minim dipahami warga pesantren.

Untuk itu, tak semua santri diperbolehkan bermukim di pesantren milik NU. Jadwal sekolah santri yang bermukim di pondok pesantren dan yang pulang-pergi juga dibedakan. Hanya 16 siswa yang diizinkan belajar dalam satu kelas.

Dalam hal ini, pemerintah harus memastikan praktik serupa diterapkan di seluruh sekolah dan madrasah. Ia mengatakan hal ini membutuhkan kerja sama pemerintah pusat dan daerah.

“Jangan ada saling tunjuk pihak lain sebagai penanggung jawabnya. Demikian juga dalam pembenahan infrastruktur jaringan internet,” tegasnya. Bagus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *