Update Corona 27 Agustus 2020 : Fase Puncak Sidoarjo, Kematian dan Kasus baru Naik Terus

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 memberi perhatian khusus kepada kabupaten Sidoarjo Jawa Timur dan10 kota/kabupaten yang sudah empat pekan di zona merah atau daerah dengan risiko tinggi penularan virus corona baru.
“Ini perlu kita perhatikan bersama karena tidak ada perubahan selama empat minggu tetap zona merah. Agar kita sama-sama memahami masalahnya bersama dengan seluruh anggota masyarakat dari daerah tersebut agar ini bisa diperbaiki sehingga kondisinya menjadi lebih baik,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam jumpa pers daring di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (27/8).

Empat daerah lain, disebut Wiku saat ini masih dalam fase puncak penularan. Keempat daerah tersebut adalah Medan, Sumatera Utara; Deli Serdang, Balikpapan, Kalimantan Timur, dan Sidoarjo, Jawa Timur.

Wiku mengatakan di Medan, suspek dalam perawatan juga masih dalam fase puncak dan kasus positif dalam perawatan itu baru turun 13,9 persen dari fase puncak dua minggu yang lalu. Pun halnya di Sidoarjo yang penambahan angka kematian dari kasus positif juga masih dalam fase puncak. Ia mengatakan kasus suspek dalam perawatan baru di Sidoarjo baru turun 4 persen dari fase puncak.

“Harapannya 10 kabupaten kota dengan zona merah Covid-19 yang tanpa perubahan selama 4 minggu ini bisa segera berubah menjadi zonanya menjadi lebih baik,” kata Wiku

Kesepuluh kota/kabupaten itu adalah tiga kota di DKI Jakarta yakni Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.
Perkembangan kasus COVID-19 di ketiga kota tersebut terus menunjukkan peningkatan, bahkan diiringi dengan penambahan kasus kematian. Meski demikian, tingkat kesembuhan pasien di tiga kota itu juga terus naik.

“Kasusnya masih menanjak terus dan seminggu yang lalu atau pekan lalu jumlah kasus kumulatifnya tertinggi sedangkan kematiannya masih naik terus, 116 kematian dalam waktu satu minggu,” ujar Wiku.

Selanjutnya adalah Kota Gorontalo yang sudah empat pekan menjadi zona merah. Namun, kata Wiku, penambahan kasus positif COVID-19 di Gorontalo sudah menurun 41,3 persen dari puncak kasus.

Meski demikian, kata Wiku, penambahan kasus COVID-19 di kota tersebut masih perlu ditekan hingga 50 persen dari posisi puncak penambahan kasus.

“Jadi penekanannya di Gorontalo, penurunan kasusnya harus lebih banyak lagi. Kemudian kematian dari kasus positif juga masih tinggi. yang ketiga kasus positif dalam perawatannya sedang dalam fase puncak,” ujar dia.

Wilayah selanjutnya adalah Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Kalimantan Selatan. Wilayah ini masih di zona merah, namun jika kurva penularan kasus dapat menurun, maka dalam beberapa pekan ke depan bisa berubah menjadi zona oranye, atau zona risiko sedang.

Di Maluku, terdapat Kota Ambon yang masih menjadi zona merah.

“Kota Ambon kini kasus positif di pekan lalu baru turun 5,6 persen dari puncak kasus. Puncaknya adalah dua minggu yang lalu, dan angka kesembuhan sebenarnya bisa ditingkatkan kembali. Jadi kalau didorong angka kesembuhannya seharusnya kondisinya bisa lebih baik,” ujar dia.

Kemudian zona merah lainnya adalah Medan, di Sumatera Utara. Angka kematian pasien COVID-19 dan penambahan kasus positif COVID-19 di Medan saat ini masih di fase puncak.

“Persentase kesembuhan masih mencapai 54 persen (di Medan). Jadi kasus persentase kesembuhan ini harusnya bisa ditingkatkan lagi. Kembali lagi penanganan kasus di Rumah Sakit menjadi salah satu kunci penting selain deteksi atau diagnosa awal sehingga kasus bisa dirawat dengan lebih cepat,” ujar dia. (01)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *