Aksi penolakan Omnibus Law makin membuat massa tak terkendali. Di Jakarta, sore ini kepulan asap mewarnai Halte Transjakarta di Bundaran Hotel Indonesia (HI) terbakar. Api cukup besar melahap bangunan halte. Belum ada upaya pemadaman dari petugas.
Sementara di sekitar Bundaran HI massa masih berkumpul. Kobaran api juga dikabarkan terjadi di Pos Polisi Harmoni.
“Indonesia, Tanah Airku, Tanah tumpah Darahku…,” teriak massa menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Sejak siang bentrok memang terjadi di titik demo ini. Sempat mereda, bentrokan kembali pecah sore hari.
Perusakan sebelumnya juga terjadi di Pos Polisi di kawasan Tugu Tani. Pos polisi di Patung Kuda Arjuna Wiwaha juga terbakar.
Situasi di jantung ibu kota memasuki sore masih diwarnai kericuhan.
Massa di Harmoni kembali bentrok setelah sesama massa aksi saling bentrok. Bentrok dipicu setelah massa di jalan Suryapranoto kembali maju ke perempatan Harmoni. Mereka mengajak damai antar massa lain, namun dilempari massa dari jalan veteran.
Atas bentrok itu, polisi kemudian menembakkan gas air mata.
Polisi juga menembaki massa di depan Kostrad, Jalan Medan Merdeka Timur, dengan gas air mata. Massa mencoba bertahan dengan melempari batu dan kayu. Namun, hujan gas air mata membuat massa yang didominasi pelajar mundur perlahan. Bagus






