Semarak Forum Taaruf Siswa (Fortasi) di SMA Muhammadiyah Dua (Smamda) Surabaya sangat meriah. Pasalnya, di awal tahun ajaran baru ini, siswa baru Smamda semuanya mengikuti kegiatan secara tatap muka. Tentu berbeda dengan Fortasi yang digelar selama pandemi.
Fortasi atau masa orientasi, pengenalan lingkungan sekolah ini digelar di halaman Smamda Surabaya pada Senin (18/7).

Kegiatan Fortasi ini diikuti 360 siswa. Menariknya, semua siswa menuliskan harapan cita-cita mereka dalam selembar kertas yang kemudian digantung dalam balon udara. Setelah itu barulah serentak balon itu dilepaskan ke langit dan diiringi musik drumband siswa Smamda.

Azizah, siswi baru Smamda, pagi itu terlihat bersemangat sekali ketika melepaskan balon udara. Wajahnya sumringah menatap ke langit seraya terdengar ungkapan doa darinya.
“Bismillahirahmannirahim,” ucapnya sembari perlahan melepas balon harapan.
Kepala Smamda Surabaya, Astajab MM mengaku, Fortasi ini digelar dalam rangka memberikan sosialisasi ke siswa baru.
“Ya terkait lingkungan Smamda. Pembelajaran ekstrakulikuler, tata tertibnya dan pembiasaan di sekolah,” ungkapnya.

Astajab berharap, setelah mengikuti Fortasi, siswa fokus belajar bekarya mengukir prestasi.
“Jadi tadi ada kegiatan menerbangkan balon yang isinya harapan. Dengan harapan anak-anak memiliki cita cita besar. Harapan kami, anak memiliki daya saing berkarakter unggul,” sambungnya.
Astajab juga menegaskan bahwa tahun ajaran baru ini akan dilakukan kegiatan belajar tatap muka 100 persen. Untuk kurikulumnya sendiri, Smamda menerapkan Kurikulum Merdeka.
“Dengan Kurikulum Merdeka, maka Smamda menjadi sekolah penggerak,” tegasnya. Bg






