Kartu Kuning Tak Sesuai Aturan Kemenkes, Puluhan Jamaah Umrah Gagal Terbang

Puluhan jamaah umrah gagal berangkat dari bandara Juanda. Diketahui jamaah ini asal Wonosobo dan Cilacap. Yang mestinya terbang dari Solo, namun karena tidak ada penerbangan dari Solo, maka dipindahkan ke penerbangan Juanda Surabaya. Penyebab gagalnya jamaah terbang ini  dikarenakan kartu kuning atau vaksin meningitis yang tidak sesuai aturan dari Kementerian Kesehatan.

Padahal jamaah sudah memiliki visa, tiket dan kartu kuning. Ada 24 jamaah keberangkatan dengan pesawat Lion yang sejatinya berangkat Senin (15/8) pukul 14.00 wib, namun gagal. Kemudian sore harinya, pukul 18.00 wib, ada 5 jamaah yang gagal terbang.

Baca juga  Kereta Haramain Siap Sukseskan Puncak Haji 2026, Tambah Kapasitas 2,2 Juta Kursi

Yang dipermasalahkan pihak bandara yakni masa suntik vaksin tidak sesuai aturan. Sementara jamaah yang gagal berangkat tersebut sudah vaksin 10 hari sebelum keberangkatan. Inilah yang menjadi permasalahannya.

Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur mengaku turut prihatin atas kejadian tersebut.

Ketua Amphuri DPD Jatim HM Sufyan Arif menuturkan pihaknya sudah mendapat laporan dan melakukan komunikasi dengan pihak terkait. “Alhamdulillah kami mendapat laporan dan sudah kami komunikasikan dengan pihak KKP Juanda,” katanya diwawancarai majalahnurani.com, Selasa (16/8).

Namun dari komunikasi tersebut, Sufyan tak mampu berbuat banyak. Sebab KKP beralasan, jadwal vaksin tidak sesuai aturan Kemenkes. “Dan mereka tetap memegang aturan yang sudah ditetapkan oleh undang-undang,” sambungnya.

Baca juga  Kemenhaj Sebut Fase Armuzna Lancar dan Terkendali

Dari kejadian ini, Sufyan pun menyarankan agar pihak travel dan jamaah bisa vaksin meningitis maksimal sevelum 14 hari jadwal berangkat.

“Maksimal sebelum 14 hari jadwal berangkat. Karena dari KKP, mereka pegang aturan undang-undang no 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan,” tegasnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *