Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mencari alternatif untuk mengatasi kelangkaan vaksin meningitis yang menjadi kendala bagi kalangan calon jamaah umrah Indonesia.
BPOM juga berupaya rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama untuk mencari solusi dengan pemasukan jalur khusus vaksin meningitis untuk jemaah umrah.
Kepala BPOM RI Penny K Lukito menjelaskan, saat ini terdapat empat jalur pengadaan vaksin meningitis di Indonesia yakni melalui produsen PT Mersifarma dengan merek dagang Formening, Produksi PT Bio Farma merek Menivax, Produsen Glaxo merek Menveo, dan produksi PT Aventis merek Menactra.
“Importasi vaksin dari seluruh produsen di Indonesia sedang terkendala, sehingga berimbas pada kelangkaan vaksin meningitis bagi kebutuhan calon jemaah umrah,” ucapnya Rabu (28/9).
BPOM mencatat ketersediaan vaksin meningitis di Indonesia per hari tersebut berkisar 66 vial di tengah permintaan vaksin yang cukup tinggi dari calon jemaah umrah.
“Formening sudah dapat nomor izin edar, tapi ada masalah di akses. Saat ini produsen belum mengadakan impor produk karena terdapat temuan inspeksi Good Manufacturing Practices (GMP) di negara asalnya oleh otoritas setempat,” tandasnya. Bg






