Pada peringatan Hari Batik Nasional, KB-TK Al Falah Surabaya melibatkan 145 siswa belajar membatik. Kegiatan membatik ini digelar di halaman KB-TK Al Falah Surabaya pada Senin (3/10).
Kepala KB-TK Al Falah Surabaya Ustazah Rina Rahayu menuturkan, kegiatan yang melibatkan semua siswa itu dengan tujuan memberikan pengalaman berharga ke anak untuk mengetahui budaya Indonesia yakni batik.
“Kemudian menumbuhkan dan mencintai seni budaya Indonesia dengan budaya batik yang kita peringati,” ungkapnya diwawancarai, Senin (3/10).
Saat itu, pihak KB-TK mengajak siswa berkreasi dalam membuat batik. Tapi tidak secara riil dengan canting, melainkan dengan kuas dan cat air.
“Kita desain semudah mungkin dengan kuas dan cat diatas tas berbahan kain blacu. Hasilnya dibawa pulang agar orang tuanya juga tahu. Mulai batik kupu-kupu, bunga. Jadi inilah seni batik ala KB-TK Al Falah Surabaya,” sambungnya.
Sebelum acara membatik, kata Ustazah Rina, siswa juga diajak berdoa membaca Al Fatihah atas tragedi Kanjuruhan.
“Sebagai bentuk empati kita atas tragedi di Kanjuruhan,” sambungnya.
Ustaz Gatot Purwanto, Kepala Bagian Humas Lembaga Pendidikan Al Falah Surabaya menambahkan, selain adanya kegiatan membatik yang dikuti oleh siswa-siswi KB-TK Al Falah Surabaya pagi ini, seluruh guru, karyawan dan semua siswa siswi lembaga pendidikan Al Falah Surabaya, yang meliputi jenjang KB-TK Al Falah Surabaya, SD Al Falah Surabaya, SMP Al Falah Surabaya, dan SMP Al Falah Deltasari juga turut memperingati hari batik nasional.
“Dengan mengenakan baju batik Nusantara untuk menumbuhkan nasionalisme, rasa bangga sekaligus melestarikan warisan luhur bangsa Indonesia,” tandasnya. Bagus








