Ratusan kader dari Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra Kabupaten Mojokerto mendapatkan pengarahan menjelang Pemilu serentak 2024 dari Prof KH Asep Saifuddin Chalim MA. Lokasi kegiatan untuk kader PAN digelar di lantai I, sedangkan lantai 2 untuk kader partai Gerindra, Guest House Institut KH Abdul Chalim (IKHAC) Pacet, Kabupaten Mojokerto, Sabtu (17/12/2022) sore. Baik PAN maupun Gerindra sebelumnya sama-sama akan mencalonkan putra Kiai Asep, Muhammad Albarra atau Gus Barra, sebagai calon Bupati Mojokerto dalam pilkada tahun 2024.
Dalam kesempatan itu Kiai Asep, sapaan akrab KH Asep Saifuddin Chalim MA, mengemukakan cita-citanya untuk menjadikan Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur.
“Saya membantu pertemuan ini untuk kepentingan bersama, yakni terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang maju, adil dan makmur,” ujar pendiri dan pengasuh pondok pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

Dijelaskan Kiai Asep, untuk meningkatkan suara dalam Pemilu 2024 setidaknya ada empat akses yang harus dipersiapkan. Yakni akses intelektual, akses jaringan atau strategi, akses sosial dan akses finansial. Untuk keakuratan data kader, maka harus terdata dan terarah mulai dari tingkat desa.
“Nanti harus terdata dan terarah, untuk membangun jejaring tidak mudah, harus militan. Misalkan di satu desa ada 10 kader, maka masing-masing harus mencari dua orang. Kemudian dikumpulkan lagi, dan dari 30 orang harus mencari 15 orang lagi,” tegas Kiai Asep.
Kiai Asep mengaku prihatin dengan kesejahteraan warga Kabupaten Mojokerto yang dinilai kurang. Misalnya banyak warga yang terjerat hutang online. Mereka butuh ukuran tangan pemerintah. Contoh lain adalah bantuan untuk guru TPQ di Kabupaten Mojokerto yang tidak layak, setahun hanya dapat bantuan Rp 200 ribu.
Kiai Asep berjanji apabila Gus Barra menjadi Bupati Mojokerto, maka akan memberikan dana pinjaman tanpa bunga untuk tiap kecamatan agar warganya tidak terjerat pinjaman online.
“Saya akan mendirikan di setiap kecamatan pinjaman tanpa bunga agar tidak punya utang rakyatnya,” Imbuh Kiai Asep.
Sementara itu Muhammad Santoso, Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto mengatakan, para kader PAN di tiap desa wajib terdata yang berbasis KTP.
“Yang ngumpul di sini didata. Nanti kalau ada tambahan lagi juga didata. PAN punya sistem yang sangat efisien dan presisi, ada tim verifikasi data,” ujar Santoso.
Di tempat yang sama, putra Kiai Asep, Muhammad Afif Zamroni yang menjadi calon legislatif DPR RI dari Partai PAN mengajak warga Mojokerto untuk mengikuti amanah Kiai Asep agar ada keterwakilan warga Mojokerto di DPR RI.
“Ketika tidak ada wakil DPR RI dari Kabupaten Mojokerto maka suara dari Kabupaten Mojokerto tidak akan terdengar di pusat. Oleh karena itu saya minta doa restu dan dukungannya,” Kata Gus Afif, sapaan akrabnya.
Dilanjutkan Gus Afif, salah satu keinginan Kiai Asep adalah menjadikan Kabupaten Mojokerto sebagai kabupaten teladan bagi Kabupaten/kota lainnya. Cita-cita itu menurutnya sangat mungkin terwujud. Sebab sejak tahun 2005 kedatangan Kiai Asep dengan mendirikan Ponpes Amanatul Ummah di Kabupaten Mojokerto, maka perlahan tapi pasti banyak yang mengenal Kabupaten Mojokerto.
“Maka kita berkewajiban membawa amanah beliau, supaya Kabupaten Mojokerto tidak hanya dikenal Amanatul Ummah saja, tetapi juga dikenal memiliki banyak SDM berkualitas dan menjadikan wakilnya di Indonesia,” pungkas Gus Afif. Ym






