Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya melaksanakan kegiatan Pesantren Karakter dalam rangka membina karakter menjadi Muslim Sejati “Become Tru Muslim”. Kegiatan dilaksanakan di kampus 2 sekolah karakter dan di Ruang Utama Masjid Al-Mufidah pada Jumat – Sabtu (17-18/2).
Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I Kepala Urusan Humas Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menyampaikan bahwa Pesantren Karakter adalah program Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya yang dikomandani oleh Tim Ismuba. Program ini untuk membina karakter anak-anak, mulai dari sikap disiplin, tertib, dan mandiri.
Disiplin dalam arti disiplin mengikuti aturan, disiplin dalam ibadah, disiplin dalam segala hal. Tertib dalam arti mengikuti segala agenda yang sudah dijadwalkan dalam kegiatan pesantren karakter. Mandiri dalam arti, anak-anak mampu menyiapkan segala keperluan pribadinya di manapun berada.
“Dalam pesantren karakter ini, anak-anak kita biasakan, sholat tepat waktu, sholat sunnah, menghafal Al-Qur’an, adab masuk masjid, menata sandal. Ada 2 materi utama yang kita sampaikan, yaitu pertama thaharah; wudhu, tayamum dan mandi besar dan sholat. Yang kedua, Materi tentang “Stop Bullying” yang disampaikan oleh Bunda Nurul Hidayati, M.Psi,” tutur Ustadz Salman yang juga sekretaris Kwartir Daerah Hizbul Wathan Kota Surabaya.

Bunda Nurul Hidayati, M.Psi Psikolog Anak dan Remaja menyampaikan, materi yang disampaikan dalam Pesantren Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya tentang “Stop Bullying”.
“Bullying yang sering terjadi dikalangan anak-anak dan remaja harus bersama-sama kita tangani, sebab ini sangat mempengaruhi tumbuh kembang dan masa depannya,” jelas Bunda.
Semua pihak, sambung Bunda Nurul, bisa mengambil peran sesuai dengan kemampuan dan tanggungjawab masing-masing. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan generasi emas di masa datang yang kuat aqidahnya, kuat ibadahnya, kuat akhlaknya dan luas pengetahuannya.
“Stop Bullying, karena bullying dilarang oleh Islam karena merupakan perbuatan yang tercela. Hal ini juga demi mewujudkan generasi emas bangsa dan agama di masa mendatang,” tegasnya lagi. Bagus






