Pelapor PBB: Tentara Israel Paling Tidak Bermoral

Francesca Albanese, pelapor khusus PBB mengenai situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan Palestina, melayangkan kritikan paling kerasnya terhadap tentara penjajahan Israel (IDF). Ia mengatakan, pasukan itu tak bermoral dan merupakan tentara paling kriminal di dunia.
“Salah satu tentara paling kriminal di dunia juga sangat tidak bermoral. Tidak perlu ada otoritas spiritual untuk sampai pada kesimpulan ini, mengingat telah jatuhnya mereka (dan banyak pemukim ilegal) ke standar yang paling rendah,” tulis Albanese dalam akun X-nya, Sabtu (22/6).

Komentar itu disampaikan Albanese menimpali tautan berisi video kesaksian anak Palestina yang sempat ditangkap tentara IDF. Anak kecil itu menuturkan bagaimana mereka dikencingi tentara Israel dan diumpankan pada anjing untuk digigit.

Baca juga  ITS Kembangkan Teknologi Mitigasi Gempa Bumi

Pasukan Israel selama serangannya ke Jalur Gaza juga berulang kali memamerkan tindakan menjijikkan mereka. Dari mencuri sepeda anak-anak gaza, memamerkan pakaian dalam perempuan Palestina di rumah-rumah yang mereka rampok, melakukan pencurian sampai membakar toko-toko di Gaza.

Yang juga kerap dilakukan tentara IDF adalah melakukan pelecehan terhadap masjid di Jalur Haza. Hal ini adalah kejadian berulang yang terus terjadi sejak serangan Israel ke Jalur Gaza dimulai tahun lalu.

Yang terkini, sebuah foto dan video yang dibagikan di media sosial menunjukkan tentara Israel melanggar kesucian masjid di Gaza, sehingga memicu kecaman. Seorang tentara Israel bernama Yael Sendler, dilaporkan warga negara Amerika, memposting foto di Instagram-nya sebelum menghapusnya.

Baca juga  Prabowo Terbang ke Kalimantan Barat, Cegah Karhutla Meluas

Foto itu menunjukkan coretan-coretan di dinding dalam sebuah masjid di Rafah, dengan kalimat-kalimat yang menghina Islam dan Nabi Muhammad. CAIR, organisasi hak-hak sipil Muslim terbesar di AS, meminta pemerintahan Biden untuk menyelidiki insiden tersebut dan mengambil tindakan terhadap warga Amerika tersebut.

Maret lalu, CAIR juga mengecam video yang terungkap kala itu, menunjukkan seorang tentara Israel merobek-robek Al-Quran di sebuah masjid yang hancur di Gaza. “Rekaman pasukan pendudukan Israel yang secara terbuka menodai Al-Quran di sebuah masjid yang hancur menunjukkan wajah sebenarnya dari genosida terhadap rakyat Palestina,” kata Wakil Direktur Nasional CAIR Edward Ahmed Mitchell.

Sementara pada Desember 2023, pesawat tempur Israel menghancurkan masjid tertua dan terbesar di Kota Gaza, kata sumber keamanan Palestina. “Masjid Agung Al-Omari, masjid terbesar dan di Jalur Gaza, hancur parah akibat serangan Israel,” kata sumber tersebut kepada Xinhua.Masjid Omari didirikan lebih dari 1.400 tahun yang lalu dengan luas sekitar 4.100 meter persegi. Menaranya hancur akibat serangan artileri Israel tiga minggu lalu. (nch)

Baca juga  Basarnas: Korban Gempa NTT Terus Bertambah, 70 Orang Meninggal, 132 Luka-luka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *