Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati menekankan pentingkan Keluarga Berencana (KB) untuk mewujudkan program Gerakan Masyarakat Mewujudkan Keluarga Sehat, Bahagia, Sejahtera (Gema Sahaja).
Bupati Ikfina menjelaskan konsep Generasi Berencana (GenRe) yang harus di komitmen kan pada pelajar remaja agar ke depan punya rencana usia berapa akan menikah dan punya anak berapa.
“Melalui gerakan ini maka anak remaja akan berusaha untuk merencanakan bagaimana hidupnya setelah lulus sekolah, bekerja di usia berapa, dan menikah di usia berapa hingga punya anak berapa,” ujar Bupati Mojokerto di hadapan ibu-ibu di balai desa Tambak Agung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jumat (28/6/2024).
Menurut bupati, jika seorang ibu telah berusia di atas 35 tahun, maka dianjurkan untuk menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP).
MKJP ini merupakan metode kontrasepsi yang dinilai paling efektif untuk pengendalian kehamilan dan kelahiran. Dalam sebuah studi disebutkan MKJP akan membantu mencegah kehamilan yang tidak diinginkan secara lebih baik, dibandingkan dengan metode kontrasepsi yang lain.
“Kalau usia sudah di atas 35 tahun tapi belum menopause (masih haid), pakai MKJP yakni metode operasi wanita (MOW/tubektomi). Itu pilihan pertama. Selanjutnya ada opsi IUD dan implan,” pungkas Ikfina.
Program Gema Sahaja itu diinisiasi oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto. Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Puri serta Forkopimca Puri. (Ym)






