Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta membuka posko bencana banjir yamg sepekan ini masih terjadi di Jakarta.
Penyerahan Bantuan
Dalam siaran pers yang diterima majalahnurani.com Senin (13/1/2020), posko tersebut dibuka hingga Sabtu. Dari posko itu, terkumpul uang sebanyak Rp 18 juta, mie instan, air mineral, alat-alat pembersih lantai, sajadah, karpet, sarung, beberapa karung pakaian dan barang-barang kebutuhan lain yang diperlukan warga pasca banjir.
“Bantuan tersebut diserahkan pada warga RW 1 Kelurahan Kapuk Muara, Jakarta Utara,” kataBendahara Umum MUI DKI KH Abi Ichwanuddin.
Menurutnya MUI Provinsi DKI Jakarta memberi bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Memberi bantuan serta perhatian dari kita semua sangat diharapkan oleh mereka. Maka meski tidak terlalu banyak, MUI serahkan sejumlah uang dan peralatan yang mungkin berguna untuk membantu warga pasca-bencana,” ujarya.
KH Yusuf Aman menyampaikan rasa keprihatinan atas yang dirasakan warga yang terdampak banjir. “Kita ini seperti satu jasad. Ketika bagian sendi ada yang sakit, maka seluruh jasad akan merasakannya juga. Maka, ketika warga yang lain merasa menderita akibat terdampak banjir, kami juga merasakan. Untuk itu, jangan dilihat jumlah dan besarnya bantuan namun ini semata-mata karena kami juga merasakan apa yang warga rasakan,” sambungnya.
Prihatin
Selanjutnya Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Munahar Muchtar menyampaikan rasa prihatinya atas musibah banjir yang menimpa warga DKI. Dia berdoa agar semua korban diberikan kesabaran dan segala kerugian diganti dengan yang lebih baik oleh Allah
“Bantuan yang disampaikan MUI tidaklah seberapa. Tapi janganlah dilihat dari besarnya bantuan. Ini sebuah perhatian, karenanya kami juga mengimbau kepada ormas-ormas lainnya untuk juga ikut peduli kepada mereka warga yang terdampak. Janganlah melihat siapa dia, apa agamanya, tapi ini adalah musibah. Jadi, marilah kita lihat kemanusiaanya saja, kita bantu mereka,” tandas dia. 01/Bagus






