SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda) dikenal sebagai sekolah islam yang unggul, baik dari sisi akademis maupun non akademis.
Salah satu keunggulan di bidang non akademis adalah di ekstrakurikuler anggar. Sejumlah prestasi diraih siswa Smamda yang tergabung dalam ekstrakurikuler Anggar ini. Pencapaian tertinggi adalah mendapatkan 2 medali perak di kejuaraan internasional Anggar di Brunei Darussalam tahun 2018.
Pelatih ekstrakurikuler Anggar, Rusli Ali Kurniawan mengatakan, siswa Smamda yang tergabung dalam ektrakurikuler Anggar tahun ini cukup konsisten. Kondisi itu membuat pelatih bisa menerapkan program-programnya secara maksimal.
Selain itu pihaknya juga rutin menyiapkan siswa yang tampil di sejumlah kejuaraan anggar, baik tingkat regional, nasional maupun internasional.
Rusli Ali menyebut setidaknya siswa Smamda rutin mengikuti kejuaran yang digelar oleh Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (Ikasi) Surabaya, maupun open turnamen di kota lain.
“Programnya Ikasi Surabaya ini ada tiga kejuaraan setiap tahun. Belum lagi kejuaraan di luar Surabaya, Kejurprov dan open turnamen lainnya. Kita memfasilitasi anak-anak untuk ikut lomba, kalau mereka oke ya kita berangkat,” jelasnya kepada majalahnurani di lokasi pameran sekolah islam terbaik, Islamic Education Fair (IEF) di Royal Plaza, Kamis (17/10/2024),
Rusli Ali bersyukur sejauh ini siswa-siswi Smamda rutin berprestasi setiap tahunnya. Hal itu juga yang membuat ekstrakurikuler anggar masih eksis di Smamda.
“Alhamdulillah ektrakurikuler anggar ini bertahan di Smamda karena setiap tahun konsisten memberikan prestasi, baik di Piala KONI, piala Wali Kota dan sebagainya, bahkan terkadang alumni Smamda yang bernaung di bawah naungan klub Surabaya juga punya prestasi,”
bebernya.
“Yang terbaru anak-anak kemarin dapat juara di Piala Wali Kota Surabaya 2024, (yakni) 1 emas, 2 perak dan 5 perunggu,” imbuhnya.
Prestasi lainnya adalah meraih 1 medali perunggu di Surabaya Open 2024.
Rusli Ali selalu memotivasi siswanya untuk mencetak prestasi. Bahkan pada Kejurprov Jatim 2024 nanti ada 2 siswanya yng tampil mewakili daerah masing-masing, yakni 1 siswa mewakili Surabaya dan 1 lagi mewakili Sidoarjo, karena punya alamat di Sidoarjo. (Ym)






