Sidang Dies Natalis ke-70 Unair, Rektor Nasih Singgung Konsep Tangga Emas

Universitas Airlangga menggelar Sidang Dies Natalis ke-70 pada Senin (11/11/2024) di Aula Garuda Mukti, Lt 5, Kampus C Unair. Dalam pidatonya, Rektor Unair Prof M Nasih menyatakan bahwa di usia 70 tahun ini pencapaiannya Unair melompat tinggi. Tepat di 10 November 1954 silam Unair didirkan, kini mampu melompat tinggi. Diketahui Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) mengumumkan Unair menempati peringkat 308 perguruan tinggi (PT) terbaik dunia atau ke-2 di Indonesia pada 2024. Unair naik 37 peringkat lebih tinggi dibanding tahun 2023 yang ada di peringkat ke-345.

“Usia 70 tahun luar biasa. Tinggal tujuan bagaimana Unair ini berkontribusi memajukan Indonesia. Ini jadi cita cita kita semua. Kita tentu menghargai para pahlawan yang sudah merintis Unair,” ungkapnya.

Baca juga  Haflatul Wada’ SMK YPM 7 Tarik Sidoarjo Jadi Ajang Pelepasan, Doa dan Penguatan Masa Depan Lulusan

Dia mengakui bahwa capaian Unair saat ini terbang tinggi. Tak disangka bahwa perjalanannya setinggi ini. “Kita memang merencanakan akan melompat, tapi ternyata lompatannya setinggi ini. Ini semua karena karunia dari Ilahi Robbi, yang maha kuasa, kerja keras pimpinan, pengelola dosen, dan tendik. Kami sampaikan terima kasih setinggi tingginya ke para pemimpin terdahulu,” ucapnya mengapresiasi.

Lebih detil Prof Nasih menegaskan, Unair punya langkah strategis dalam menyiapkan generasi emas. Dalam mencapai tujuan ini, dia menyadari tentu tidak langsung melompat begitu saja. Namun ada beberapa langkah strategis.

“Tujuan kemerdekaan dan pembangunan nasional yakni memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan menjaga perdamaian dunia,” paparnya.

Baca juga  Unusa Gandeng KCGI Jepang untuk Transformasi Pendidikan Tinggi

Untuk mencapai itu, Unair memiliki langkah program tangga emas. Dimana tangga emas ini terdapat empat tingkatan.
“Kita harus melalui anak tangga. Anak tangga mendasar yakni Educated People,” ucapnya.

Dimana generasi bangsa Indonesia menjalani proses pembelajaran dan penemuan sepanjang hidupnya untuk kemajuan bangsa. Kemudian, kata Prof Nasih, melangkah diatasnya yakni maju. “Demikian seterusnya naik ke tangga berikutnya menjadi adil dan akhirnya menjadi sejahtera. Ini model tangga emas dalam mencapai Indonesia sejahtera,” ucapnya.

Diakuinya bahwa saat ini Indonesia darurat orang-orang cerdas. Seperti sarjana, master, doktor, peneliti, inovator dan profesor. Maka kehadiran perguruan tinggi harus mampu menjawabnya dengan berperan aktif.

“Perguruan tinggi menghasilkan orang aktif logis. IQnya bagus, bekerja keras, produktif dan inovatif. Ini yang kita harapkan. Dan Unair berupaya dalam kontribusi memajukan Indonesia,” tegasnya. (Bagus)

Baca juga  Arcadia 37 Resmi Dilepas, SMAYDAS Antar Lulusan dengan Haru dan Prestasi Membanggakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *