Semarak Hari Keanekaragama Hayati, DLH Kota Mojokerto Tanam 430 Pohon hingga Gelar Lomba Cerdas Cermat Pelajar

Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati 2025 yang jatuh setiap tanggal 22 Mei menjadi diwarnai serangkaian kegiatan dan program strategis dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, antara lain Penguatan Program Lingkungan Berbasis Masyarakat yang meliputi seperti pembinaan dan pendampingan Sekolah Adiwiyata, Program Kelurahan Berseri, dan Program Kampung Iklim (ProKlim), Penghijauan Kota hingga Eco Brain atau lomba cerdas cermat tema lingkungan untuk pelajar.

Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid, mengatakan, serangkaian kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati serta pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Program-program tersebut mencakup kegiatan penghijauan jalan dan taman, pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan (melalui pertanian, perikanan, dan peternakan), serta upaya konservasi tanaman dan hewan lokal. Inovasi dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat juga terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang bersih dan sehat,” ujarnya, Kamis (22/5/2025).

Baca juga  Semangat Hari Kartini, Wali Kota Mojokerto Dorong Penguatan Kader Motivator Kesehatan

Ditambahkan Amin Wachid, baru-baru ini juga telah dilaksanakan verifikasi lapangan dalam rangka Penilaian Lomba Kelurahan Berseri oleh tim penilai dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur di tiga kelurahan, yaitu Prajurit Kulon, Meri, dan Blooto.

Ketiga kelurahan tersebut telah menjalankan berbagai upaya pelestarian lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, pemanfaatan pekarangan untuk ketahanan pangan, hingga pelibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

“Peringatan Hari Keanekaragaman Hayati ini adalah momen untuk menguatkan langkah-langkah nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan,” tegasnya.

“Melalui kolaborasi lintas sektor dan partisipasi aktif warga, kami ingin menjadikan kelurahan, sekolah, hingga komunitas sebagai pusat-pusat edukasi dan aksi lingkungan yang berdampak langsung bagi kualitas hidup masyarakat,” tambah Amin Wachid.

Baca juga  Pemkot Mojokerto Tegaskan Program BOSDA Berjalan Sesuai Aturan

Selain itu, sebagai bentuk nyata pelestarian lingkungan, sepanjang tahun 2024 DLH Kota Mojokerto telah menanam 430 pohon dari berbagai jenis, seperti glogogan, ketapang kencana, mahoni, sono kembang, dan tabebuya. Penanaman dilakukan di tamantaman kota, sepanjang jalan utama, serta fasilitas umum, dengan tujuan menciptakan ruang hijau memperindah kota sekaligus menyerap polusi udara.

Program lainnya yang tak kalah menarik adalah Eco Brain, yakni Literasi Lingkungan untuk Pelajar dalam bentuk lomba cerdas cermat bertema lingkungan yang diikuti pelajar tingkat SMP se-Kota Mojokerto. Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan semangat generasi muda sebagai agen perubahan dalam pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati. Urban Farming dan Gerakan Tanam Pohon Sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan, Pemerintah Kota Mojokerto juga memfasilitasi kegiatan urban farming melalui penanaman sayuran hidroponik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) di 18 kelurahan.

Baca juga  Jaga Ketersediaan Pangan, Pemkot Mojokerto Inisiasi Gerakan Tanam Serempak

“Selain itu, gerakan penanaman pohon bersama lintas sektor yang melibatkan masyarakat, sekolah, komunitas, dan dunia usaha juga terus digalakkan sebagai bentuk kolaborasi multipihak dalam menjaga lingkungan hidup,” pungkas Amin Wachid. (ym)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *