Sweeping Jam Malam, Balap Liar Turun Drastis

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, bersama jajaran TNI-Polri, mencatat penurunan signifikan terhadap aktivitas anak-anak di jalanan pada malam hari, termasuk fenomena balap pembohong, dan keberadaan geng motor. Hasil evaluasi dalam dua pekan terakhir menunjukkan, bahwa operasi penyisiran jam malam, yang digelar di seluruh wilayah Kota Pahlawan, membuahkan hasil yang signifikan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan, bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari peran aktif Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila, yang ada di setiap wilayah.

“Alhamdulillah terkait balap liar, dua minggu ini juga sudah berkurang jauh. Karena apa, pergerakan itu dilakukan, oleh masing-masing Satgas Kampung Pancasila. Ini yang saya harapkan,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (22/7).

Ia juga menegaskan, bahwa keterlibatan masyarakat, dalam menjaga keamanan lingkungan, memiliki dampak yang signifikan dalam menekan angka kejahatan, di malam hari. Ia menyebut, keamanan kota bermula dari partisipasi keluarga dan lingkungan sekitar. “Kalau kampung itu bergerak, maka kota itu juga akan merasakan dampaknya. Maksudnya, pencegahan itu dilakukan mulai dari yang terkecil, di dalam keluarga dan perkampungan,” jelasnya.

Baca juga  Pemkot Raih Opini WTP 14 Kali Berturut-turut dari BPK Jatim

Ia menambahkan, bahwa hasil evaluasi terbaru menunjukkan, penurunan pada berbagai indikator keamanan. Termasuk kasus penurunan pencurian kendaraan bermotor (curanmor), keberadaan geng motor, hingga anak-anak di bawah umur, yang berkeliaran saat malam.

“Alhamdulillah dengan evaluasi ini, curanmornya turun, setelah itu geng motor turun, kemudian anak-anak yang di jalanan juga turun, bahkan tidak ditemukan (saat malam) di bawah umur,” ungkapnya.

Wali Kota Eri juga mengungkap, dukungan masyarakat terhadap kebijakan sapu bersih, malam cukup tinggi. Bahkan, muncul permintaan dari warga, agar anak-anak usia di atas 17 tahun, juga turut memperluas dalam kegiatan malam hari.

“Malah sekarang permintaan masyarakat banyak, yang usia di atas 17 tahun juga melanda sekalian. Tapi kita tidak bisa begitu, kita akan melihat dulu kegiatannya positif, atau negatif,” imbuhnya.

Baca juga  Pemkot Terima Sapi Kurban Banpres, Dibeli dari Peternak Lokal

Ia menjelaskan, kegiatan malam yang bersifat produktif, masih diperbolehkan. Seperti siswa yang mengerjakan tugas sekolah, atau siswa yang menyelesaikan pekerjaan kampus. “Apalagi anak-anak kampus sekarang waktunya MOS pasti sampai malam-malam, bisa di kafe, warkop, mengerjakan tugas berarti kampus tidak bisa apa-apa,” katanya.

Senada dengan Wali Kota Eri, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dan Komandan Kodim (Dandim) 0830/Surabaya, Kolonel Inf Didin Nasruddin Darsono, juga menyatakan hal sama. Pihaknya, memastikan bahwa upaya penertiban balap liar, akan terus ditingkatkan, terutama pada akhir pekan.

“(Pencegahan) balap liar kita koordinasi juga dengan Pak Dandim, setiap malam libur terutama, meskipun hari-hari biasa juga dilaksanakan, tapi setiap malam libur kita perkuat,” ujar Kombes Luthfie.

Ia menjelaskan, bahwa dari hasil evaluasi kepolisian, waktu pelaksanaan balap liar kini berubah. Hal tersebut, membuat perpanjangan waktu patroli menjadi hingga pukul 05.30 WIB. “Hasil evaluasi mainnya (balap liar) ada yang setelah pukul 04.00 WIB. Jadi sekarang kita tambah mulai pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 05.30 WIB,” paparnya.

Baca juga  31 Mei Naik Suroboyo Bus hingga Parkir Bisa Bayar Rp733

Kapolrestabes juga menyatakan, bahwa hasil evaluasi dua minggu terakhir, menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. “Seperti malam Minggu kemarin, juga kita evaluasi sampai pagi, alhamdulillah juga nihil (balap pembohong). Dan itu akan terus kita lakukan,” tegasnya.

Sebagai bentuk pencegahan jangka panjang, Luthfie mengungkapkan, bahwa kini gagal mengintensifkan pendekatan melalui Bhabinkamtibmas, ke bengkel-bengkel motor. Langkah ini bertujuan untuk mencegah bengkel, dijadikan tempat modifikasi kendaraan untuk balapan liar.

“Kita sekarang lagi menggerakkan Binmas ke bengkel-bengkel, untuk juga mengimbau mereka, agar jangan menjadi tempat untuk kemungkinan balapan motor-motor,” jelas Luthfie.

Bahkan, untuk mengantisipasi potensi titik-titik rawan, Luthfie menyatakan, bahwa seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polrestabes Surabaya, dikerahkan dalam patroli gabungan dan pengawasan intensif. “Kita sebar semua, seluruh Polsek kita libatkan, tapi jalur-jalur utama kita prioritaskan,” tutupnya. (yunus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *