Gubernur Jateng : “Perawat Tak Pernah Tolak Pasien, Kenapa Kita Menolak jenazah Perawat”

Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah prihagin dengan penolakan sekelompok warga terhadap jenazah perawat yang meninggal dunia karena terinfeksi Corona. Perawat itu berinisial NK, seorang tenaga medis yang bertugas mengurus pasien virus corona di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Kariadi Semarang. Sayang, saat hendak dimakamkan di kawasan Ungaran, Kabupaten Semarang, jenazah NK ditolak warga setempat.

Lewat vlog resminya, Ganjar Pranowo meminta maaf kepada tenaga medis yang telah berjuang di garda terdepan, atas penolakan yang dialami jenazah perawat NK kemarin, Jumat (10/4) melalui kanal youtube resminya.

“Kepada perawat dokter dan tenaga, mewakil seluruh warga jateng, saya mengharap maaf dari panjenengan semua,” ucap Ganjar.
Dalam vlog itu pula, Ganjar menyebut penolakan jenazah tersebut merupakan kejadian yang sangat melukai hati.

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

“Saya mendapatkan laporan yang mengejutkan, peristiwa yang membuat tatu ati (luka hati). Sekolompok warga Ungaran menolak pemakaman pasien covid-19,” ujarnya.

Ganjar menyebut, seharusnya tak ada lagi penolakan terjadap jenazah penderita COVID-19, apalagi jika yang meninggal dunia adalah seorang tenaga medis yang gugur dalam bertugas. “Para perawat, dokter dan tenaga medis tak pernah menolak pasien, kenapa kita tega menolak jenazah mereka yang telah berkorban menyelamatkan kita,” kata Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah itu menyebut, warga seharusnya memberi dukungan, serta hormat kepada para tenaga medis yang tengah berjuang melawan virus corona di garis depan.
“Semestinya kita memberi hormat dan penghargaan kepada tenaga medis, serta mendoakan agar mereka selalu diberikan kekuatan dan kesehatan,” lanjutnya.

Baca juga  Besok Sejumlah BEM Gelar Aksi Turunkan Harga Bahan Pokok dan BBM

Belajar dari kejadian ini, Ganjar kembali mengingatkan warganya untuk mau menerima pemakaman jenazah pasien COVID-19 di lingkungannya.

Ganjar mencoba meyakinkan, bahwa pemakaman pasien virus corona tak akan membuat warga sekitar ikut terjangkit COVID-19.

“Saya kembali ajak bapak ibu untuk mengetuk rasa kemanusiaan yang kita miliki. Saya tegaskan sekali lagi, kalau jenazah itu sudah dikubur, virusnya ikut mati di dalam tanah, tak bisa keluar menjangkiti warga,” tegasnya. Ym

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *