Konflik Meningkat, Iran Resmi Tutup Total Selat Hormuz

Iran resmi menutup total jalur perdagangan penting global, Selat Hormuz, Kamis (11/6). Penutupan ini untuk semua pelayaran menyusul konflik yang meningkat antara mereka dengan Amerika Serikat dan Israel.

Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya Iran dalam rilis resmi menyatakan penutupan tersebut berkaitan dengan alasan keamanan.

Selat Hormuz ditutup untuk transit semua jenis kapal, termasuk kapal tanker minyak dan kapal komersial, dan setiap pergerakan akan menjadi sasaran,” demikian laporan kantor berita Iran, IRNA, mengutip pernyataan militer, Kamis (11/6).

Mereka juga menegaskan Angkatan Bersenjata Iran akan memberi tanggapan “yang menghancurkan dan tegas” ke setiap agresi dan tindakan jahat pasukan AS di kawasan tersebut.

AS menggempur wilayah Iran pada awal pekan ini usai menuduh Garda Revolusi Islam (IRGC) menembak pesawat Apache yang sedang patroli di sekitar Selat Hormuz.

Serangan mereka menyebabkan menara komunikasi dan fasilitas air Iran hancur. Tak lama setelah itu, Teheran meluncurkan balasan ke pangkalan militer AS di Bahrain, Yordania, serta Kuwait.

Iran dan AS kembali bertempur di tengah gencatan senjata yang dimulai sejak April dan diperpanjang tanpa rincian waktu.

Kesepakatan itu mencakup penghentian serangan dari AS dan sekutunya Israel ke Iran dan Lebanon. Namun, Iran menuduh mereka melanggar gencatan. Pertempuran pun terus berlanjut hingga kini.

Penutupan total Selat Hormuz oleh Iran diperkirakan akan membuat dunia kembali panik karena terputusnya salah satu jalur perdagangan penting dunia, terutama minyak mentah. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *