Forum silaturahim mustasyar NU yang dihadiri sejumlah Kiai sepuh di Ponpes Tebuireng Jombang memutuskan agar rapat pleno PBNU tidak digelar sembari tetap melakukan pendalaman dugaan pelanggaran berat oleh ketum PBNU, Gus Yahya.
Namun demikian, Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof. KH. Mohammad Nuh menyebut rapat pleno tetap akan berlangsung pekan depan.
Prof. Nuh juga mengapresiasi berbagai saran dan nasehat yang telah disampaikan oleh para Mustasyar untuk dilaporkan kepada Rais Aam PBNU dan Wakil Rais Aam PBNU.
“Kami diperintah hadir ke Tebuireng sebagai penghormatan atas niat baik shohibul hajat. Sesuai tugasnya, Mustasyar memang dapat memberikan arahan, pertimbangan dan/atau nasehat kepada pengurus NU menurut tingkatannya, diminta ataupun tidak, baik secara perorangan maupun kolektif. Ini amanat Pasal 17 Anggaran Dasar dan Pasal 57 Anggaran Rumah Tangga NU,” kata Prof. Nuh dalam keterangan tertulis, Ahad (7/12/2025).
Dia mengatakan proses pengambilan keputusan harus tetap dilakukan melalui mekanisme organisasi yaitu rapat pleno yang rencananya akan dilangsungkan Selasa-Rabu (9-10/12) pekan depan.
Untuk diketahui, Silaturrahim Mustasyar dihadiri oleh 7 dari 30 orang anggota Mustasyar. Hadir secara daring melalui zoom, KH. Ma’ruf Amin, KH. Abdullah Ubab Maimoen, dan Nyai Shinta Nuriyah Wahid. Sedangkan yang hadir secara fisik di Ndalem Kasepuhan Tebuireng adalah KH. Anwar Manshur, KH. Nurul Huda Jazuli, KH. Said Aqil Siradj, dan Nyai Mahfudhoh Aly Ubaid.
“Kami tetap menghormati saran dan masukan beliau yang hadir, baik secara daring maupun luring. Saran dan masukan kami perhatikan, tapi pengambilan keputusan tetap harus melalui mekanisme organisasi. Untuk itu, rapat pleno tetap dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan,” ujarnya.
Menurutnya, forum resmi untuk memberikan nasehat bagi Mustasyar adalah di Rapat Pleno.
“Pelanggarannya sangat nyata dan buktinya sangat kuat. Karena itu, Rapat Harian Syuriyah PBNU mengambil keputusan sebagaimana Risalah Rapat yang telah ditegaskan oleh Rais Aam PBNU akhir pekan lalu,” ungkapnya. (Ym)






