Picu Aksi Mogok Pedagang, Menteri Amran Ancam Cabut Izin Importir Sapi

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengancam akan mencabut izin importir sapi bakalan yang diduga menjadi penyebab mahalnya harga daging, hingga memicu aksi mogok pedagang daging sapi di Jabodetabek.

Amran menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi pelaku usaha yang mencoba memainkan harga dan merugikan masyarakat.

Ia menyampaikan hal itu merespons aksi mogok pedagang daging sapi dan rumah pemotongan hewan (RPH) yang berlangsung mulai hari ini Kamis (22/1). Aksi tersebut dipicu mahalnya harga sapi hidup di tingkat perusahaan penggemukan sapi  (feedloter).

“Kami sudah bahas tadi dan bahkan tadi malam langsung kami tindak lanjuti aksi mogok. Tadi katanya menurut laporan itu harga dari feedloter, dari penggemukan, itu di atas harga yang telah ditetapkan dijualkan. Hampir pasti izinnya aku cabut kalau dia coba-coba main-main. Aku yang cabut,” kata Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).

Baca juga  Rupiah Tembus Rp.17.949 per Dolar, BI Langsung Intervensi Pasar Valas

Feedloter merupakan perusahaan penggemukan sapi yang membeli sapi bakalan, sebagian besar melalui impor, untuk kemudian digemukkan sebelum dijual ke pedagang dan rumah potong hewan.

Dalam praktiknya, banyak feedloter juga berperan sebagai importir sapi bakalan, sehingga izin impor menjadi instrumen pengawasan yang berada di tangan Kementan.

Bos Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu menegaskan izin impor sapi bakalan berada langsung di bawah kewenangannya. Karena itu, ia tak segan mencabut izin jika ditemukan pelanggaran.

“Impornya sapi bakalan itu dari saya. Saya pastikan cabut dan tidak akan saya berikan. Itu tegas,” ujarnya. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *