Kementerian Transmigrasi resmi luncurkan Program Studi Beasiswa Patriot 2026 dengan kuota sebanyak 1.100 mahasiswa jenjang magister (S2). Program ini akan dilaksanakan di tiga Kampus Patriot yang berada di Kawasan Transmigrasi Barelang, Batam, Kepulauan Riau; Kalukku, Mamuju, Sulawesi Barat; serta Salor, Merauke, Papua Selatan.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan Beasiswa Patriot merupakan program prioritas yang dirancang secara serius, bukan sekadar proyek percontohan. Program ini melibatkan sinergi sejumlah perguruan tinggi unggulan nasional untuk memperkuat peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi.
“Produk lokal tidak kalah. Justru Beasiswa Patriot ini ingin menunjukkan perguruan tinggi kita mampu berkontribusi langsung untuk masyarakat,” ujar Iftitah, Kamis (29/1).
Iftitah menekankan pendidikan dalam Beasiswa Patriot tidak berhenti pada capaian akademik semata.
Menurutnya, pengetahuan harus menjadi alat untuk menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta membangun keadilan ekonomi.
“Melalui pendekatan tersebut para penerima Beasiswa Patriot diharapkan hadir sebagai solusi nyata di kawasan transmigrasi,” tegasnya. Bg






