Kemenpar Sebut Wisatawan Domestik Lebaran Tembus 100 Juta Orang

Wakil Menteri (Wamen) Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Ni Luh Enik Ermawati, menyatakan pergerakan wisatawan domestik (wisdom) selama libur Hari Raya Idulfitri atau Lebaran 2026 tetap tinggi dan berpotensi menembus lebih dari 100 juta orang.

“Jadi kita kan lihat data dari Kemenhub (Kementerian Perhubungan). Kalau data dari Kemenhub itu survei-nya ada pergerakan orang yang akan mudik itu sekitar lebih dari 100 juta orang,” kata Ermawati kepada media di Bali, pada Senin (23/3).

Ermawati melanjutkan, pergerakan wisatawan pada libur Lebaran 2025 juga lebih dari 100 juta orang. Tahun ini diperkirakan akan sama seperti tahun lalu.

Adapun pergerakan wisdom pada libur Lebaran 2026 terkonsentrasi di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan daerah istimewa Yogyakarta, serta Banten hingga DKI Jakarta.

Baca juga  Sensus Ekonomi Digelar 15 Juni, Perusahaan Bisa Lapor Online

“Cuma memang sebarannya ini yang kita lihat mungkin prioritas yang terbanyak terjadi masih di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan kemudian Jawa Barat dan daerah istimewa Yogyakarta dan Jakarta itu masih menjadi destinasi favorit, kemudian Banten,” tutur Ermawati.

Ia menyebutkan, di wilayah Jawa saat ini infrastruktur jalannya sudah cukup memadai dan masyarakat lebih suka family trip saat sedang momen libur Lebaran.

“Jadi menggunakan kendaraan pribadi. Karena lintas Jawa ini, infrastrukturnya sudah cukup baik mereka memilih untuk berwisata di sekitaran wilayah Jawa,” kata Ermawati.

Ia menambahkan, melihat data dari Kemenhub, survei menunjukkan masyarakat rata-rata masih mudik di berbagai wilayah Pulau Jawa.

Baca juga  Purbaya Blak-blakan Ungkap 10 Perusahaan Manipulasi Ekspor Kelapa Sawit

“Sehingga kita lihat tahun ini mungkin konsentrasi masih banyak di Jawa. Nah yang Sumatra, mereka masih banyak juga berwisata di lintas Sumatra karena infrastruktur Sumatra juga sudah cukup baik,” ujar Ermawati.

Kemudian, untuk wisdom yang berlibur ke Pulau Bali di momen Lebaran 2026 ini, juga cukup banyak tetapi tidak setinggi kunjungan wisdom di wilayah Pulau Jawa.

“Nah yang Bali ini selain masyarakat Bali-nya (yang berlibur), kita perkirakan yang dari Jawa juga ada yang menyeberang lewat (Pelabuhan) Gilimanuk begitu,” ucap Ermawati.

Wisatawan di Bali memang tidak setinggi di Pulau Jawa secara nasional, kata Ermawati, tetapi berdasarkan data tahun lalu jumlahnya tetap cukup banyak.

Baca juga  Pemerintah Siap Setop Impor Solar, Diganti B50 BeredarJuli

“Jadi, tahun ini kita harapkan seperti itu juga, karena instruksi Pak Presiden (Prabowo Subianto) bagaimana kita menggeliatkan wisata dalam negeri kita,” kata Ermawati. Bg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *