Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Timur memastikan keberangkatan jemaah haji asal Jatim tahun 2026 akan berjalan sesuai jadwal. Sebanyak 42.409 jemaah dipastikan tetap terbang ke Tanah Suci Mekkah meski situasi di Timur Tengah tengah memanas.
Kepala Kanwil Kemenhaj Jatim, Asadul Anam, menjelaskan bahwa hingga saat ini seluruh tahapan persiapan berjalan normal. Proses penerbitan visa terus dikebut dan saat ini mayoritas sudah terbit, tinggal melalui tahap pencocokan foto serta data diri.
“Pelaksanaan ibadah haji tahun ini memang memiliki tantangan tersendiri karena konflik di Timur Tengah. Namun, pemerintah sudah memitigasi dampak yang mungkin muncul agar jemaah tetap bisa beribadah dengan tenang,” ujar Anam dikutip Kamis (2/4).
Terkait ketegangan antara Iran dan Israel, Kemenhaj mengimbau para jemaah untuk tidak mudah percaya pada pemberitaan yang belum jelas kebenarannya. Anam menegaskan bahwa setiap perkembangan terbaru mengenai pelaksanaan haji akan diinformasikan secara resmi oleh pihak kementerian.
“Hingga sejauh ini, semua pelaksanaan ibadah haji tetap sesuai schedule. Kami berharap ekskalasi konflik tersebut tidak meluas,” tambahnya.
Berdasarkan data Kemenhaj Jatim, total kuota jemaah tahun ini mencapai 42.409 orang. Para jemaah dijadwalkan mulai masuk ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya secara bergelombang pada 21 April 2026.
Kabupaten Probolinggo telah ditetapkan sebagai kloter pertama yang akan melakukan penerbangan perdana menuju Tanah Suci pada 22 April 2026 mendatang melalui Embarkasi Surabaya. Bg






