Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti memberikan apresiasi terhadap model pendidikan holistik yang diterapkan pondok pesantren. Ia menilai sistem tersebut terbukti melahirkan lulusan yang unggul secara akademik sekaligus memiliki karakter dan adab kuat.
Hal itu disampaikan Abdul Mu’ti saat menerima panitia Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026 di kantor Kemendikdasmen, Sabtu (18/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Abdul Mu’ti juga memastikan dirinya siap menjadi pembicara pada forum internasional itu. GIHES 2026 sendiri merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.
“Model pendidikan holistik di pesantren modern sangat efektif. Ini menyiapkan karakter, adab, dan budi pekerti para santri,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia menjelaskan keunggulan pesantren terletak pada kemampuannya mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan mental, moral, dan akhlak peserta didik.
“Dengan bekal itu, alumni memiliki kesiapan mental dan moral yang kuat ketika terjun ke masyarakat untuk menerapkan ilmunya,” lanjutnya.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia 100 Tahun Gontor sekaligus Rektor UNIDA Gontor KH Hamid Fahmy Zarkasyi mengatakan GIHES 2026 akan menjadi forum memperkenalkan konsep pendidikan holistik pesantren ke kancah global.
“Pesantren sudah lama menerapkan pendidikan yang mengembangkan seluruh potensi manusia, dari intelektual hingga kepemimpinan. GIHES jadi wadah merumuskan agar nilai-nilai itu tetap relevan secara global,” kata Hamid. (Ym)






