Sejumlah petani dan pedagang sayur di Pasar Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang protes adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Aksi rotes para pedagang itu ditunjukkan dengan membuang sayurannya ke sungai pada Sabtu (16/5/2020). Protes itu juga diabadikan di video yang kini viral di media sosial.
HARGA ANJLOK
Mereka mengaku PSBB di Surabaya raya membuat mereka kesulitan memasarkan dagangannya, di sisi lain sayuran yang telah dipanen juga tak bertahan cukup lama.
Suminar, petani sawi Desa Bonangan, Kecamatan Pakis, mengaku harga sayurannya anjlok karena tidak lancarnya distribusi akibat beberapa kebijakan PSBB.
“Biasanya kami kirim ke Surabaya, Gresik, dan beberapa daerah industri lainnya. Tapi sekarang tidak bisa kirim, ya terpaksa kami bagi-bagikan dan di beberapa tetangga juga dikasih buat makan ternak mau gimana lagi mas biaya produksi terlanjur gak nutut,” keluh Suminar.
TERHAMBAT
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Makang, Agung Purwanto, mengatakan bahwa penyebab protes itu lantaran dagangannya sulit didistribusikan.
“Karena PSBB akses mereka mendistribusikan sayur terhambat. Beberapa pasar induk seperti Gadang dan Surabaya juga sedikit ngambilnya,” terangnya, Ahad (17/5/2020).
Menurutnya memang masa ketahanan sayur yang tak bertahan lama sehingga busuk.
“Jadi ini kan sudah jarang ada yang ngambil terus sayurnya juga cepat busuk kan jadi makannya mereka membuang sayur,” tegasnya. 01/Bagus






