Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuhadi mengakui adanya kasus pasien yang terinfeksi virus Corona dan sembuh, kemudian terinfeksi lagi.
TINGKAT PENULARAN
Menurut Joni, pasien dipastikan sembuh ketika dalam proses perbaikan imunitas dan perbaikan ketahanan tubuhnya.
“Tapi kenapa terinfeksi lagi? Kemungkina sudah ndak pakai masker. Kemudian merasa ada imun di tubuhnya padahal imunitas dia secara teoritis kadarnya rendah, tetapi virulensi (tingkat penularan) virusnya tinggi ya bisa sakit lagi,” tutur Joni, Jumat (12/6/2020).
Dijelaskannya bahwa dua kali hasil PCR negatif tidak menjamin sudah tidak ada virus dalam tubuh pasien tersebut. Hal ini diketahui dari hasil penelitian di Jerman.
“Yang kedua PCR dua kali negatif belum tentu membuktikan bahwa tidak ada lagi virus di tubuh manusia. Ini sudah dibuktikan diautopsi di Jerman ada 15 pasien yang diautopsi, ternyata setelah diotopsi masih terdapat virusnya dan virusnya ada di hampir semua organ tubuh,” ungkap Joni.
TETAP PAKAI MASKER
Untuk itu Joni berpesan kepada pasien yang sudah sembuh dan seluruh masyarakat agar tetap menggunakan masker dan berpedoman pada protokol pencegahan COVID-19. Hal ini harus terus dilakukan hingga vaksin ditemukan.
“Nantinya new normal harus demikian, harus pakai masker sampai nanti ada vaksin atau antivirusnya,” imbau Joni. Bagus






